Minum sambil berdiri bisa menyebabkan gangguan kesehatan lainnya.
Satu diantaranya gangguan proses pengenceran kadar asam tubuh.
Maka sebaiknya minum sambil duduk supaya air yang diminum bisa membantu mengencerkan kadar asam dalam tubuh sesuai dengan yang dibutuhkan.
Menyebabkan artritis
Minum sambil berdiri juga bisa menyebabkan artitris, dimana air yang masuk ke tubuh tidak menyebar dan disalurkan secara merata, termasuk di bagian sendi.
Hal ini menyebabkan penumpukan cairan yang menyebabkan artritis atau peradangan sendi.
Selain itu, kondisi ini juga menyebabkan pembengkakan dan kaku di bagian sendi, sehingga tidak bisa bergerak bebas.
Menyebabkan masalah ginjal
Minum sambil berdiri ini bisa memicu masalah pada ginjal, dimana ginjal adalah organ yang sangat vital.
Masalah ginjal yang disebabkan oleh minum sambil berdiri yaitu menurunnya kemampuan ginjal dalam menyaring cairan.
HAl ini berakibat, kotoran akan tertahan di kandung kemih dan menyebabkan gangguan.
Apabila hal in terjadi dalam jangka panjang, maka dapat menyebabkan kerusakan permanen pada ginjal.
Baca: Minum Banyak Air Putih Ternyata Ada Dampak Buruk, Inilah Takaran Air yang Harus Diminum Selama Puasa
Minum Air Putih Saat Puasa Haruskah Tetap 8 Gelas? Ini Penjelasan & Cara Mengaturnya
Kebutuhan minum air putih harus bisa dipenuhi saat waktu sahur dan berbuka.
Kemudian muncul pertanyaan, apakah kebutuhan minum saat puasa tetap minimal 8 gelas perhari?
Dilansir Tribunnewswiki dari Halodoc.com, kebutuhan minum air putih meski sedang berpuasa juga harus terpenuhi minimal 8 gelas.
Dipastikan minum 8 gelas saat puasa selama di antara waktu berbuka dan sahur.
Lalu bagaimana cara mengaturnya ?
Berikut cara mengaturnya agar minum air putih dapat terpenuhi dengan baik saat puasa :
1. Dua Gelas Air Putih saat Sahur