Cerita Penangkapan Kembali Habib Bahar bin Smith: Dijaga Para Santri, Ada yang Tubuhnya Bertato

Sebelum dijemput oleh aparat gabungan pada Selasa (19/5/2020), para santri Bahar bin Smith sempat menghalangi petugas sebelum akhirnya diredam.


zoom-inlihat foto
bahar-bin-smith-lagi-lagi-dipenjara.jpg
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Habib Bahar bin Smith menjalani pemeriksaan di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Jawa Barat Selasa (18/12/2018).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Habib Bahar bin Smith baru saja keluar dari lembaga pemasyarakatan pada Sabtu (16/5/2020) lalu akibat kasus penganiayaan remaja.

Meski begitu, Bahar bin Smith kembali diamankan oleh pihak kepolisian karena diduga melanggar aturan program asimiliasi Covid-19 dari Pemerintah Indonesia.

Beberapa santri Bahar bin Smith pun lalu bercerita tentang proses penangkapan kembali guru mereka Bahar bin Smith.

Baca: Penyebab Habib Bahar bin Smith Kembali Masuk Penjara, Dianggap Menyinggung Penguasa?

Mereka menggambarkan bagaimana suasana penangkapan yang terjadi pada Selasa (19/5/2020) lalu, mirip dengan suasana peringkusan seorang terduga teroris.

Para santri Bahar bin Smith pun merespons bahwa mereka sudah siap membela junjungannya, bahkan jika sampai harus mengorbankan nyawa sendiri sekalipun.

Melansir dari laman Kompas berjudul Pengakuan Santri, Suasana Mencekam Saat Penjemputan Bahar bin Smith, berikut ini kisahnya.

Terpidana kasus penganiayaan dua remaja, Bahar bin Smith kembali diamankan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Khusus Kelas llA Gunung Sindur, pada Selasa (19/5/2020) dini hari.

Habib Bahar bin Smith bebas dari Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pondok Ranjeg, Cibinong, didampingi pengacara dan keluarganya, Sabtu (16/5/2020) sekitar pukul 15.00 WIB. (Tribun Bogor/istimewa)
Habib Bahar bin Smith bebas dari Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pondok Ranjeg, Cibinong, didampingi pengacara dan keluarganya, Sabtu (16/5/2020) sekitar pukul 15.00 WIB. (Tribun Bogor/istimewa) (Tribun Bogor/istimewa)

Sebelum dijemput pihak berwajib, Bahar sempat mengisi pengajian usai shalat tarawih di Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin, Desa Pabuaran, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Baca: Habib Bahar Bin Smith Akan Dipindah ke Nusakambangan, Ini Alasan Kanwil Kemenkumham Jabar

Baca: VIDEO Detik-detik Penangkapan Bahar bin Smith Usai Isi Ceramah di Bogor, Sempat Nego Ingin Merokok

Hal itu dijelaskan oleh sejumlah santri pada saat beberapa jam setelah ditangkapnya Bahar bin Smith oleh aparat gabungan.

Ternyata, tak mudah ketika hendak masuk ke lokasi pondok yang dipimpin oleh Bahar bin Smith itu.

Pasalnya, sejumlah santri silih berganti berjaga di sekitar area akses masuk ke lokasi pondok, tepatnya sekitar 30 meter dari komplek pondok tersebut.

Sedikitnya ada lima santri yang selalu siap mengadang siapapun yang melintas dan mendekati pintu masuk.

Bahkan, salah satu santri dengan perawakan tegap penuh tato terlihat sedang berjaga bersama temannya di sebuah gubuk.

Foto Habib Bahar yang dikelilingi pria bertato viral di media sosial.
Foto Habib Bahar yang dikelilingi pria bertato viral di media sosial. (Twitter/Tribun)

Sempat menolak diwawancara

Meski begitu, santri tersebut masih tampak sopan saat mengadang dan menanyakan maksud dari setiap orang yang tampak asing bagi mereka.

"Permisi bang, mohon maaf ini darimana dan mau kemana?" tanya seorang santri bernama Karim.

Saat Kompas.com berterus terang ingin mengkonfirmasi terkait kronologi penjemputan Bahar bin Smith, mereka sempat curiga dan melarang untuk mendekat.

Terlebih untuk mendokumentasikan suasana saja mereka tidak mau.

"Mohon maaf untuk saat ini saya berjaga di sini karena mendapat amanat dari kuasa hukum Habib agar melarang siapa pun, apalagi media memasuki area Pondok Pesantren," lanjut Karim dibarengi santri lainnya yang rata-rata berusia 25-40 tahun itu.

Awal mula Bahar bin Smith dijemput Brimob

Petugas tim gabungan menjemput terpidana kasus penganiayaan, Bahar bin Smith untuk membawanya ke Lapas Lapas Kelas IIA Gunung Sindur, Selasa (19/5/2020).
Petugas tim gabungan menjemput terpidana kasus penganiayaan, Bahar bin Smith untuk membawanya ke Lapas Lapas Kelas IIA Gunung Sindur, Selasa (19/5/2020). (Dokumentasi/Humas Ditjen Pemasyarakatan)

Namun tak berselang lama akhirnya mereka mulai menceritakan awal mula guru mereka dijemput oleh Brimob.

"Sudah selesai (tarawih) malam itu jadi kita pengajian semuanya dari jam 9 dan setelah itu beliau istirahat sepulang ngaji," ujar dia.

Ia mengungkapkan detik-detik penangkapan pada malam hari yang kebetulan saat itu santri sedang istirahat menunggu sahur.

Setidaknya, kata dia, ada puluhan mobil berisi ratusan personil kepolisian lengkap dengan senjata layaknya penyergapan teroris.

Baca: Penyebab Habib Bahar bin Smith Kembali Masuk Penjara, Dianggap Menyinggung Penguasa?

Baca: Fakta Bahar bin Smith yang Kembali Masuk Bui, Baru 3 hari Bebas & Berikan Ceramah Bernada Provokatif

Suasana yang begitu tenang tiba-tiba saja menjadi mencekam karena sejumlah personel lengkap membawa sniper.

"Ada 30 mobil, truk 5 selebihnya mobil pribadi brimob senjata lengkap beserta sniper."

"Saya saksi, saya palang pintu disini dan langsung dua orang masuk ke sini tapi Kanit doang."

"Jadi memang belum sahur beliau dan saat itu sedang istirahat yang memang baru beres pengajian rutin selesai tarawih mulai pukul 21.00 WIB, hingga pukul 01.00 WIB. Tiba-tiba polisi datang membawa habib. Saya juga nggak tahu apa masalahnya," beber dia.

Warga sekitar nyaris terpancing

Habib Bahar bin Smith saat keluar dari Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pondok Ranjeg, Cibinong, didampingi pengacara dan keluarganya, Sabtu (16/5/2020) sekitar pukul 15.00 WIB(KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSAN)
Habib Bahar bin Smith saat keluar dari Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pondok Ranjeg, Cibinong, didampingi pengacara dan keluarganya, Sabtu (16/5/2020) sekitar pukul 15.00 WIB(KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSAN) (KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSAN)

Menurutnya, para santri dan warga sekitar mengaku nyaris terpancing ketika ratusan aparat gabungan menjemput Bahar bin Smith pada malam buta itu.

"Ya tahu sendiri kita santri yang namanya bela guru dan agama itu sudah siap mati dah."

"Kita enggak takut sama petugas yang membawa senjata saat habib dijemput, tapi karena habib dan kuasa hukum meredam, jadi kita terima saja," jelasnya.

Pantauan Kompas.com siang itu, perkampungan di sekitar lokasi memang sangat sepi. Apalagi lokasinya yang lumayan jauh dari perkotaan.

Lokasinya sekitar 3 kilometer dari Jalan Raya Bogor-Parung.

Sejauh ini, tak nampak petugas kepolisian maupun dari Badan Pemasyarakatan (Bapas) Jawa Barat Kementerian Hukum dan HAM berjaga-jaga di lokasi.

(Tribunnewswiki.com/Ris)





Penulis: Haris Chaebar
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved