Video Debat dengan Orang Tua Santri Positif Corona Viral, Anak Bupati Madiun: Ayah Bawa Virus

Bupati Madiun Ahmad Nawawi akui sikap anaknya berubah usai videonya berdebat dengan orang tua santri positif Covid-19 viral. Ia dianggap pembawa virus


zoom-inlihat foto
bupati-madiun-ahmad-dawami-1.jpg
Rahadian Bagus/Surya
Bupati Madiun, Ahmad Dawami.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Video perdebatan antara Bupati Madiun Ahmad Dawani dengan orang tua pasien positif Covid-19 beberapa waktu lalu sempat viral di sosial media.

Hal ini rupanya berimbas pada sikap keluarga terhadap dirinya.

Pasca peristiwa tersebut, dua anak Ahmad Dawani rupanya tak mau lagi mendekati sang ayah.

Anak-anak Kaji Mbing, sapaan akrab Ahmad Dawani, tak lagi mengizinkan sang ayah untuk tidur bersama mereka di dalam kamar.

Anak-anak Kaji Mbing khawatir bila ayahnya mendekat dan tidur di kamar akan menularkan Covid-19.

Terlebih lagi, Kaji Mbing berulang kali turun langsung mengevakuasi warga yang terkonfirmasi positif Covid-19.

"Ayah enggak boleh masuk kamar dan jangan mendekat. Ayah membawa virus," cerita Kaji Mbing menirukan kalimat anaknya, dikutip dari Kompas.com, Selasa (19/5/2020).

Baca: Lebaran di Tengah Corona, Pengamat Sebut Aturan Pemerintah Terkait Mudik Membingungkan Masyarakat

Kaji Mbing dilarang masuk kamar dan mendekat oleh anaknya saat pulang setelah berdebat alot dengan keluarga pasien positif Covid-19 yang menolak anaknya diisolasi di rumah sakit di Desa Sewulan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Kamis (14/5/2020).

Kedua anaknya ini mengetahui aksi Kaji Mbing di Desa Sewulan dari pemberitaan televisi dan media online.

Mendengar keluhan sang anak, Kaji Mbing tidak memarahi kedua anaknya.

Ia menjelaskan dengan perlahan bahwa dirinya sudah mandi bersih dan selalu disiplin menjalankan protokol kesehatan saat melakukan evakuasi pasien positif corona.

Bupati Madiun, Ahmad Dawami.
Bupati Madiun, Ahmad Dawami. (Rahadian Bagus/Surya)

"Saya jelaskan kepada anak saya kalau ayah sudah mandi, ganti baju, dan sudah bersih semuanya. Jadi, tidak apa-apa kalau mendekat dan memeluk kalian,” kata Kaji Mbing.

Rupanya, pengalaman serupa tidak hanya dialami Kaji Mbing.

Sejumlah petugas tim medis di Kabupaten Madiun acap kali mendapat perlakuan serupa.

Baca: Kisah Nyeleneh Penjemputan Pasien Positif Corona, Main Petak Umpet hingga Merasa Dizalimi

Salah satu contoh, beberapa waktu lalu ada seorang istri petugas medis di Kabupaten Madiun yang tidak mau tidur dengan suaminya karena khawatir tertular Covid-19.

Tak ingin berkepanjangan, Kaji Mbing pun turun langsung menjelaskan kepada istri petugas medis tersebut.

Setelah mendapatkan penjelasan dan nasihat, istri petugas medis itu akhirnya mau kembali tidur sekamar dengan suaminya.

“Pengalaman seperti ini saya ceritakan kepada Forpimda dan warga saat ada pertemuan,” ungkap Kaji Mbing.

Kedua orang tua orang seorang santri positif corona menghadang Bupati Madiun, Ahmad Dawami yang hendak menjemput paksa anaknya untuk diisolasi di rumah sakit, Kamis (14/5/2020).(KOMPAS.COM/Dokumentasi Pemkab Madiun)
Kedua orang tua orang seorang santri positif corona menghadang Bupati Madiun, Ahmad Dawami yang hendak menjemput paksa anaknya untuk diisolasi di rumah sakit, Kamis (14/5/2020).(KOMPAS.COM/Dokumentasi Pemkab Madiun) (Kompas.com)

Cerita itu disampaikan agar masyarakat menghargai kinerja tim medis dan pemerintah yang harus banyak menanggung risiko saat menangani Covid-19.

Padahal, saat bertugas, tim medis selalu taat menjalankan protokol kesehatan Covid-19.





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved