Gara-gara Mudik, Ahli Prediksikan 40.000 Kasus Corona Baru Akan Terjadi di Pulau Jawa

Pakar Epidemiologi UI Pandu Riono bersama dengan timnya dari FKMUI memprediksikan kenaikan jumlah kasus Covid-19 hingga 40.000 kasus gara-gara mudik.


zoom-inlihat foto
terminal-3-bandara-soekarno-hatta-tangerang-banten-selasa-1252020.jpg
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Ilustrasi mudik - Para ahli memperkirakan adanya 40.000 kasus baru corona akibat mudik yang terjadi di Pulau Jawa.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Para ahli mengatakan bahwa kecenderungan masyarakat untuk mudik tetap tinggi meskipun Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan larangan mudik Lebaran pada momen Hari Raya Idulfitri 1441 H.

Bahkan, ahli memprediksikan perkiraan kenaikan kasus Covid-19 per hari di Pulau Jawa yang cukup signifikan.

Kenaikan kasus tersebut akan terjadi mulai minggu ke-2 bulan Ramadan hingga mencapai puncaknya di hari Lebaran.

Prediksi ini dibuat oleh Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono bersama dengan timnya dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKMUI).

Pandu menyebutkan bahwa pemodelan yang mereka buat berdasarkan kecenderungan tindak mobilitas masyarakat melalui perilaku mudik dan tidak mudik.

Menurut Pandu, efek dari mobilitas atau pergerakan masyarakat di tengah pandemi ini sangat berpengaruh terhadap bertambahnya jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 di wilayah lain Pulau Jawa non-Jakarta.

“Kembalinya pekerja informal ke kampung halaman atau mudik terbukti secara empiris terjadi pertambahan jumlah kasus per hari di Pulau Jawa selain Jakarta,” kata Pandu dalam diskusi daring bertajuk “Mobilitas Penduduk dan Covid-19: Implikasi Sosial, Ekonomi, dan Politik” pada Senin (4/5/2020).

Pemodelan data perkiraan pertambahan kasus akibat pergerakan penduduk ini dihimpun oleh Pandu dan timnya berdasarkakn data utama terkait orang dari Jakarta, Depok, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) yang melakukan mudik lebaran ke provinsi Jawa lainnya.

Berdasarkan survei potensi pemudik angkutan lebaran tahun 2019 oleh Kemenhub, tercatat ada 14,9 juta orang atau sekitar 44,1 persen dari warga Jabodetabek yang mudik lebaran pada tahun 2019.

Baca: Larang Warga Jakarta Mudik Lebaran, Anies Baswedan Beri Imbauan untuk Manfaatkan Mudik Virtual

Baca: Meski Mudik Lokal Tak Dilarang, Ada Syarat dan Aturan yang Wajib Dipatuhi

Ilustrasi mudik -
Ilustrasi mudik - Pakar Epidemiologi UI Pandu Riono bersama dengan timnya dari FKMUI memprediksikan kenaikan jumlah kasus Covid-19 hingga 40.000 kasus gara-gara mudik. (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

Selanjutnya, data dari survei oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek pada 2020, memprediksikan ada 56 persen warga Jabodetabek yang tidak mudik, 37 persen masih mempertimbangkan akan mudik, dan 7 persen yang telah mudik.





Halaman
1234
Editor: haerahr






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved