Epidemiolog Soroti Situasi Rangkaian Kasus Kematian ODP dan PDP Corona yang Tak Diumumkan Pemerintah

Data kematian ODP dan PDP sebagai suspect Covid-19 ternyata penting untuk menggambarkan situasi lapangan yang riil mengenai sebaran virus corona.


zoom-inlihat foto
corona-prancis.jpg
AFP via SCMP
Staf medis di Mulhouse, tempat Prancis pertama kali mendeteksi lonjakan kasus, memindahkan seorang pasien ke rumah sakit. Foto: AFP


Pemerintah pusat belum kunjung mengumumkan kasus kematian suspect Covid-19, namun sejumlah pemerintah daerah selangkah lebih maju.

Kematian suspect Covid-19 dapat ditandai dengan pemulasaraan dan pemakaman jenazah menggunakan protap Covid-19, seperti jenazah dimasukkan ke dalam peti, dibungkus plastik, serta harus dikebumikan dalam tempo kurang dari 4 jam.

Pemprov DKI Jakarta, misalnya, sejak awal Maret 2020 hingga hari ini telah mengumumkan 1.940 kematian dengan protap Covid-19.

Dengan angka kematian pasien positif Covid-19 sebanyak 457 korban, maka di atas kertas, diperoleh hasil 1.483 suspect Covid-19 di Jakarta telah meninggal dunia.

Pada tingkatan kota, Pemerintah Kota Depok dan Bekasi di Provinsi Jawa Barat juga memublikasikan data sejenis.

Di Depok, sejak 18 Maret 2020, total sudah 60 suspect Covid-19 yang meninggal dunia tanpa konfirmasi positif atau negatif dari Kementerian Kesehatan RI.

Data itu melampaui angka kematian pasien positif Covid-19 di Depok sebanyak 21 korban.

Di Kota Bekasi, pemerintah telah mengumumkan 119 kematian dengan kategori “penyakit menular”, jauh di atas kematian pasien positif sebanyak 29 korban.

Baca: Tembus 4,26 Juta Kasus, Berikut Update Terbaru Pasien Covid-19 di Seluruh Dunia 13 Mei 2020

Baca: Berapa Besar Angka Kematian pada Pasien ODP & PDP Covid-19 yang Tak Diumumkan Pemerintah

Baca: Pemerintah Izinkan Warga di Bawah 45 Tahun Beraktivitas, Gugus Covid-19: Terpapar Belum Tentu Sakit

Sementara itu, media internasional Reuters menyebutkan bahwa total tercatat 2.212 suspect Covid-19 meninggal dunia di Indonesia.

Data itu diperoleh di separuh wilayah negeri, yakni 16 dari 34 provinsi yang ada, hingga 28 April 2020 saat laporan tersebut ditayangkan Retuers.

Anggota senior Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional, Wiku Adisasmito mengatakan, lebih dari 19.897 suspect Covid-19 di Indonesia belum diperiksa positif atau negatif Covid-19.

Hal itu disebabkan panjangnya antrean sampel di laboratorium.
Beberapa suspect meninggal lebih dulu sebelum sampel tubuh mereka diperiksa di laboratorium.

Menurutnya, laboratorium lebih mementingkan pengujian sampel pada kasus pasien yang sedang dirawat dari pada pasien yang sudah meninggal.

“Jika mereka (laboratorium) menerima ratusan atau ribuan sampel yang harus mereka uji, mana yang diutamakan? Mereka akan mengutamakan (sampel) orang-orang yang masih hidup,” kata Wiku kepada Reuters.

(TribunnewsWiki.com/Restu, Kompas.com/Vitorio Mantalean)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Melihat Besarnya Kasus Kematian Suspect Covid-19 yang Tak Diumumkan Pemerintah Pusat"





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved