Sedangkan bagi organ vital, cairan sangat penting bagi persendian, menghilangkan zat-zat kotor dalam tubuh dan menjaga usus tetap bekerja secara teratur.
Aswegen mengatakan tantangan selama Ramadan adalah memastikan kebutuhan cairan tubuh cukup selama berpuasa.
Aturan minum air saat Ramadan
Penting untuk mengetahui cara untuk memenuhi cairan di dalam tubuh yag hilang selama berpuasa di siang hari.
Kuncinya adalah mengatur konsumsi air putih ketika buka puasa hingga menjelang sahur.
Berikut adalah langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mencukupi asupan air:
1. Dua gelas air putih saat sahur
Hal pertama yang harus dilakukan untuk mengatasi dehidrasi adalah dengan dengan meminum dua gelas air putih.
Gelas pertama dikonsumsi saat akan makan-makanan sahur dan yang lainnya ketika sudah akan memasuki batas waktu untuk makan dan minum.
Hal ini bisa membuat Anda lebih kuat untuk beraktivitas, memperlancar pencernaan, serta membuang racun-racun yang ada di dalam tubuh.
Sementara, hal lain yang harus dihindari adalah mengonsumsi teh dan kopi saat sahur.
Meminum cairan tersebut terlalu banyak dapat meningkatkan kandungan kafein di dalam tubuh.
Baca: BMKG Jelaskan Alasan Mengapa Cuaca Panas Terjadi Pada Pertengahan Ramadan ini
Baca: Sering Terlambat Makan Sahur saat Puasa Ramadan? Ini 5 Kiat Mudah Agar Tak Bangun Kesiangan
Akibatnya, kandungan air di dalam tubuh akan cepat menghilang dan menimbulkan rasa haus lebih cepat.
Selanjutnya, hindari makanan atau minuman manis yang dapat dicerna oleh tubuh dengan cepat.
Jika Anda melakukannya, itu bisa membuat Anda merasa lapar lebih cepat dibandingkan perkiraan.
Selain itu, minum terlalu banyak air juga tidak dianjurkan karena dapat mencairkan asam lambung, serta menyebabkan kembung dan gangguan pencernaan.
2. Dua gelas air putih saat berbuka
Saat berbuka puasa, Anda wajib untuk meminum dua gelas air putih.
Hal tersebut dapat mengatasi rasa haus saat tidak mendapat asupan air.
Dua gelas air putih sudah terbilang cukup untuk meredakan dehidrasi pada tubuh.