TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sebuah video amatir beredar di sejumlah Facebook milik warga sekitar Ogan Ilir, Sumatera Selatan sejak Kamis (7/5/2020).
Video tersebut merupakan video yang memperlihatkan seorang pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Ogan Ilir dikeluarkan paksa lalu dimandikan dalam keadaan yang tidak berdaya.
Mulanya, potongan video tersebut diunggah di akun Facebook Ogan Ilir Memilih Pemimpin dengan keterangan seorang pasien dikeluarkan secara paksa atas perintah direktur rumah sakit.
Terlihat sang pasien dimandikan menggunakan selang air dengan posisi badan terguling.
Diketahui, pasien tersebut mempunyai penyakit gangguan jiwa (ODGJ).
“Ini kondisi pasien ODGJ di RSUD Tanjung Senai dipulang paksa. Atas permintaan direktur rumas sakit Tanjung Senai dikeluarkan. Kondisi pasien masih tidak berdaya. Ini yang mandikan saudara Budi, Tagana kita dari Dinsos Ogan Ilir,” ujar suara dalam video itu.
Baca: Ramalan Zodiak Besok Sabtu 9 Mei 2020, Sagittarius Dapat Proyek Menantang, Gemini Tampak Sensitif
Baca: Pemerintah Buat Kajian Pemulihan Ekonomi, Rencananya Mal Akan Dibuka Kembali Mulai 8 Juni 2020
Baca: Nekat Balap Liar di Tengah Pandemi, 62 Remaja Dijemur, Disemprot Antiseptik, dan Jalani Rapid Test
Sejak video tersebut viral di kalangan warganet di Ogan Ilir, Direktur RSUD Ogan Ilir pun membantah kebenaran videa amatir tersebut.
Direktur RSUD Ogan Ilir Rorreta Arta Guna mengungkapkan jika pasien dengan gangguan jiwa tersebut dikeluarkan adalah berita yang tidak benar.
Ia pun menegaskan jika pasien tersebut memang sengaja dikeluarkan dari dalam ruangan untuk dimandikan karena sudah beberapa hari tidak mandi.
Kemudian pihak RUSD dan Dinas Sosial bertanggung jawab untuk memandikan pasien tersebut.
“Sebenarnya itu salah paham saja, pasien itu bukan dikeluarkan tetapi dimandikan sebab sebagai orang gangguan jiwa sudah lama tidak mandi. Yang mandikan juga anak-anak dari rumah sakit dan dinsos (Ogan Ilir),” jelas Rorreta.
Dijelaskan oleh Rorreta bahwa pasien itu adalah orang dengan gangguan jiwa yang seharusnya dirujuk ke rumah sakit jiwa di Palembang.
Untuk merujuknya harus melibatkan dua pihak yaitu RSUD dan Dinas Sosial Ogan Ilir karena sang pasien tidak mempunyai identitas.
“Sebenarnya sudah kita mau rujuk tetapi yang bersangkutan tidak punya identitas, kalau tidak punya identitas kan harus berkaitan dengan dinsos, sama-sama gitu loh. Jadi orang plesetkan kita mau keluarkan secara paksa, ya ndaklah, pasien harus dibersihkan dulu pak, di mandiin,” kata Rorreta.
Dokter Rorreta pun memastikan jika sang pasien yang dimandikan sudah menjalani tes dengan hasil negatif Covid-19.
"Sudah kita tes enggak ada Covid-19, hasilnya negatif, semuanya bagus, fisiknya bagus dan hasil labornya juga bagus, ronsen juga bagus,” jelasnya lagi.
Rorreta menambahkan saat ini pasien itu masih berada di RSUD Ogan Ilir.
“Masih, masih di rumah sakit, masih baik-baik kok,” pungkasnya
Baca: Sempat Diganggu Wabah Corona, MotoGP 2020 Akan Digelar Perdana di Sirkuit Jerez 19 Juli Mendatang
Baca: Daftar Jumlah Daya Tampung SBMPTN 2020 Program Studi di ITS, Cek Prodi Pilihanmu!
Baca: Menaker Izinkan Pengusaha Tunda dan Cicil THR Karyawan, Serikat Buruh Bereaksi
Update Corona di Sumsel Hingga Kamis (8/5/2020)
Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumatera Selatan mengumumkan tambahan 17 kasus positif virus corona baru atau Covid-19 pada Kamis (7/5/2020).