TRIBUNNEWSWIKI.COM - Vaksin virus corona hingga kini belum ditemukan, apa yang akan terjadi jika virus corona tak bisa dihentikan?
Penyebaran virus corona di dunia terus meningkat setiap hari.
Dikutip dari Worldmeter.info, hingga Kamis (7/5/2020), kasus virus corona di dunia mencapai 3.846.924 kasus.
Kasus yang sudah hampir mendekati 4 juta tersebut hingga kini masih belum ditemukan vaksin untuk menghentikannya.
Kabar tersebut tentunya menakutkan bagi penduduk dunia.
Hal tersebut lantaran WHO menjelaskan bahwa harapan terbesar agar virus corna ini bisa hilang adalah dengan menemukan vaksin.
Sehingga banyak sekali penelitian untuk menemukan vaksin virus corona ini.
Semua pakar dan ilmuan di seluruh dunia berlomba-lomba untuk menemukan vaksin Covid-19 secepat mungkin.
Baca: Tuduh China Penyebab Pandemi Virus Corona, Donald Trump: Lebih Buruk dari Serangan Pearl Harbor
Baca: Isu Obat Herbal Diklaim Bisa Sembuhkan Corona, Badan POM Beri Klarifikasi
Dilansir oleh CNN, para ilmuan mengungkapkan bahwa vaksin tersebut kemungkinan memang tak akan bisa tercipta dalam waktu dekat.
Vaksin biasanya dibutuhkan waktu minimal dua tahun hingga proses pengesahan.
Lantas muncul pertanyaan "apakah yang akan terjadi jika wabah virus corona ini tak bisa dihentikan?".
Pertanyaan tersebut mengungkapkan pertanyaan dari orang seluruh dunia.
Para ilmuan mengungkapkan bahwa kemungkinan terbesar yang akan terjadi adalah, manusia harus terbiasa belajar hidup berdampingan dengan virus ini.
Saat ini pengujian dan penyelidikan seorang sumber mengatakan, virus ini dapat menjadi hal normal dalam kehidupan sehari-hari.
Namun, dengan konsekuensi serius, ada beberapa orang yang bisa berakibat fatal jika terinfeksi virus ini.
"Ada beberapa virus berbahaya di dunia, dan kami belum menemukan vaksin untuk virus lainnya," kata David Nabarro, seorang profesor dari Imperial College London dikutip dari CNN.
"Sejauh ini belum ada yang bisa mengembangkan vaksin begitu cepat, hanya dalam waktu 12-18 bulan," ujar Dr Peter Hotez, kepala departemen kedokteran tropis di Baylor College of Medicine Houston, AS.
Baca: Profesor Peneliti Virus Corona di Amerika Ditembak Mati saat Temukan Fakta Mengejutkan Covid-19
Baca: Nekat Buka di Tengah Wabah Corona, Sebuah Pub di Leicestershire Inggris Digrebek Polisi
Kemudian, kami ambil kasus pada kasus lain, misalnya tahun 1984, Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS menemukan virus HIV.
Hampir empat dekade kemudian, lebih dri 32 juta orang meninggal karena terinfeksi HIV, dan hingga kini vaksinnya juga belum ditemukan.
Kemudian, para ahli juga mengatakan jenis virus influenza juga sering berubah setiap tahunnya.
Seseorang yang kebal dengan virus ini akan aman, tetapi mereka yang rentang juga berbahaya.
Penelitian sebelumnya, menunjukkan bahaya dari virus corona memiliki kemiripan dengan HIV, inilah yang menyebabkan peneliti berhati-hati dalam menemukan vaksinnya.
"Jangan berharap terlalu banyak, karena mungkin Anda akan kecewa," jelas Profesor Nabarro, dalam menjelaskan skenarion manusia mungkin hidup bersama virus.
"Hari ini virus HIV tidak lagi menjadi hukuman mati bagi mereka yang terinfeksi," kata pakar penyakit menular Paul Offit.
Ilmuwan telah menemukan obat yang bisa menghambat virus HIV, dan memperpanjang usia pasien.
Sama halnya dengan virus corona, saat ini fokus dilakukan pada upaya pencegahan dampak Covid-19 pada pasien dan membantunya hidup normal.
Administrasi Makanan dan Obat di Amerika, sedang mengevaluasi efektivitas remdesivir yang kemungkinan bisa menjadi obat penderita Covid-19.
Dengan kata lain bukan tidak mungkin kasus Covid-19 akan menjadi kasus HIV kedua, jika memang vaksinnya tidak bisa ditemukan dalam jangka waktu tercepat.
Meski demikian, kemungkinan besar peradaban juga akan tercipta, jika virus ini tidak bisa dimusnahkan mengingat penularannya yang sangat mudah.
Para ahli memperkirakan, bekerja di rumah bisa menjadi standar baru di kantor, yang memungkinkan mengubah jadwal karyawan untuk menghindari perkumpulan.
Profesor Nabarro juga mengatakan, pengendalian masuknya imigran ke negara juga sangat penting dalam pencegahan Covid-19.
Pada saat yang sama negara-negara perlu memperkuat kapasitas, dan menguji dan memverifikasi sumber infeksi, yang terbukti efektif dilakukan Korea Selatan.
Kebiasaan Physical Distancing mungkin akan sering dilakukan di beberapa negara karena pada musim dingin, virus ini cenderung menyebar lebih kuat, menurut Dr Peter Hotez.
"Namun, kekebalan komunitas adalah kunci jangka panjang terhadap Covid-19, metode yang paling efektif adalah menemukan vaksinnya," pungkas para ahli.
Baca: Hampir 4 Bulan Tutup Akibat Pandemi Virus Corona, Disneyland Shanghai China Akan Dibuka Lagi
Baca: Ilmuwan Indonesia Berhasil Memetakan Genom Corona SARS-CoV-2, Diambil dari Sampel Virus 3 Pasien
(Intisari/Afif Khoirul M)(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Al Farid)
Artikel ini telah tayang di Intisari dengan judul "Vaksin Covid-19 Belum Ditemukan, Ilmuwan Ungkap Inilah yang Akan Terjadi Pada Dunia Jika Virus Corona Tak Bisa Tidak Dihentikan"
dan di Tribunnews.com dengan judul Masih Belum Ada Vaksin, Ilmuan Ungkap Hal yang Akan Terjadi di Dunia Jika Corona Tak Bisa Dihentikan