TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ternyata banyak makan nasi saat sahur bukan membuat puasa makin kuat, justu bisa akibatkan penyakit ini.
Banyak orang yang beranggapan bahwa ketika makan sahur dengan banyak nasi, maka akan lebih kuat menjalankan ibada puasa.
Apakah hal tersebut benar dalam kesehatan?
Justru fakta dalam kesehatan mengungkap hal sebaliknya.
Bahwa makan nasi yang banyak saat sahur tidak berarti membuat puasa semakin kuat.
Hal tersebut diungkapkan oleh dokter gizi dr Juwalita Surapsari, SpGK.
Baca: Ramadan di Tengah Pandemi Corona, Ini 8 Buah yang Cocok Dikonsumsi saat Sahur untuk Jaga Imunitas
Baca: Jalankan Ibadah Puasa di Bulan Ramadan Tanpa Sahur, Hilang Berkah? Bagaimana Hukumnya?
Menurutnya, makan yang banyak tak bisa menandakan akan kuat berpuasa.
“Makan terlalu banyak tidak akan menjamin kita kenyang lebih lama,” tutur Juwalita kepada Kompas.com, Senin (27/4/2020).
Rumus kenyang yang benar itu adalah adanya makanan tinggi protein dan serat dalam menu makan kita.
Protein dan serat adalah dua komponen yang sangat berpengaruh terhadap rasa kenyang.
Sementara itu, karbohidrat tidak akan bertahan lama karena dibakar lebih cepat oleh tubuh dibanding protein.
Penting juga kita ingat, banyak makan nasi saat sahur justru membuat kita mudah dan cepat mengantuk usai sahur dan saat menjalankan ibadah puasa di siang hari.
Kenapa hal itu bisa terjadi?
Nasi merupakan makanan yang mengandung karbohidrat tinggi.
Dilansir oleh hellosehat.com yang menulis artikel dengan judul Kenapa Makan Nasi Putih Bisa Bikin Ngantuk, mengandung indeks glikemik tinggi.
Indeks glikemiks sendiri adalah standar yang dipakai untuk mengukur seberapa cepat makanan tertentu meningkatkan kadar gula di dalam darah.
Nah, hal inilah yang menjadi biang keladi rasa kantuk muncul jika kita makan nasi banyak.
Untuk diketahui, untuk memecah komponen karbohidrat nasi yang dimakan supaya bisa dimanfaatkan oleh seluruh sel kita, tubuh membutuhkan tenaga yang sangat besar untuk memprosesnya.
Proses tersebut dapat memicu peningkatan gula darah dalam tubuh.
Supaya kadar gula tidak terlalu banyak dalam tubuh, secara otomatis pankreas menghasilkan hormon insulin.