Disambut hangat, tetangga-tetangganya pun justru ikut membantu. Jumlah paket yang digantungkan, ujar dia, tergantung para donatur.
"Tergantung dari donatur, biasanya mereka memberikannya dalam satu paket makanan seperti sayur sop, tumis kangkung yang dilengkapi dengan bumbu sekaligus,” jelasnya.
Aksi ini dilatarbelakangi rasa solidaritas lantaran maraknya PHK serta kesulitan mencari penghasilan di masa pandemi.
Baca: Tepis Klaim Donald Trump, Pihak WHO Tegaskan Virus Corona Berasal dari Alam, Bukan Laboratorium
Baca: 36 Pedagang di Pasar Raya Padang Positif Corona, Sudah Kontak 1.000 Orang hingga Pasar Ditutup
Aksi juga diikuti oleh warga RW lainnya.
Salah seorang warga yang membutuhkan, Sulastri mengaku sangat terbantu dengan gerakan ini.
"Ini pertama kali ambil dan senang rasanya dapat terbantu dengan aksi gotong royong warga," ujar dia.
Gantungkan mi instan
Sebuah akun @brotherwoodbdg memosting gerakan menggantung makanan yang dilakukan oleh seorang ibu.
Dalam caption postingan foto itu tertulis, gerakan ini dilakukan oleh perempuan berusia 84 tahun.
Ia tergerak menggantungkan mi instan di pagar rumahnya agar bisa diambil oleh warga yang membutuhkan.
Dalam keterangan foto itu disebutkan, dalam waktu dua jam, 16 orang mengambil mi instan tersebut.
'Dalam dua jam ada 16 orang yang ambil, kebanyakan ojol, orang jualan,' demikian tertulis dalam unggahan tersebut.
(TribunnewsWiki/Febri/Kompas.com/Pythag Kurniati)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Saat Gerakan Gantung Makanan Bermunculan di Tengah Pandemi, Surabaya hingga Yogya, Dipelopori Ibu Rumah Tangga",