TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pandemi corona berdampak sangat parah bagi perekonomian.
Banyak terjadi pemutusan hubungan kerja, perumahan karyawan untuk sementara, dan tersendatnya produksi.
Tidak hanya itu, wabah corona ini juga membuat terjadinya banyak pencurian dan kriminalitas lainnya.
Namun, krisis ekonomi akibat corona ini juga memunculkan sebuah gerakan solidaritas dengan cara menggantung makanan.
Meski di tengah imbauan physical distancing, dengan cara ini warga bisa membantu masyarakat yang membutuhkan bahan makanan.
Seperti apa gerakan gantung makanan ini?
Baca: Ilmuwan Indonesia Berhasil Memetakan Genom Corona SARS-CoV-2, Diambil dari Sampel Virus 3 Pasien
Baca: Yakin Virus Corona Buatan Laboratorium di Wuhan, Amerika Serikat Akan Minta Tanggung Jawab China
Ardiati (53), seorang ibu rumah tangga menata plastik berisi bahan makanan pagi-pagi benar.
Oleh Ardiati, plastik-plastik berisi beras, telur, minyak goreng itu digantungkan di kayu di pinggir jalan.
'Gratis, sumonggo bagi yang membutuhkan' (Gratis, silakan bagi yang membutuhkan)
Demikian bunyi tulisan di sebuah kertas yang ia tempel.
Satu kertas lagi tertulis, 'Dengan senang hati, dipersilakan juga bagi yang mau ikut menambah/ memberi di sini'
Keinginan itu dilatarbelakangi adanya gerakan yang sama di media sosial.
Pada Selasa (7/4/2020), Ardianti pun merealisasikan gerakan gantung makanan.
"Saya belanja awal itu Rp 200 ribu, waktu itu, mie, gula jawa, ada telur, ada minyak goreng.
Hari pertama itu empat plastik (yang digantungkan di depan rumah)," kata dia.
Tidak sampai hitungan berjam-jam, makanan yang digantung sudah diambil oleh orang.
Baca: Daftar 12 PNS yang Tak Akan Terima THR Lebaran 2020, untuk Hemat Biaya Negara saat Pandemi Corona
Baca: 5 Kabar Baik Penanganan Wabah Virus Corona di Indonesia: Banyak yang Sembuh hingga Ada 41 Lab Baru
Lama kelamaan, tetangga-tetangganya juga tergerak ikut membantu dengan cara yang sama.
"Dengar ada yang sudah dirumahkan dari pekerjaan dan kita tidak tahu apakah mereka masih memiliki uang untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Kalau ada tetangga yang sampai kelaparan kan, Saya kan ikut dosa," ungkap dia.
Juga dilakukan di Surabaya Warga Kampung Medokan Ayu Utara, Surabaya, Jawa Tengah melakukan aksi sosial menggantungkan makanan di dinding dan pagar rumah.
“Awalnya saya memberikan paket sembako bagi para tetangga, terus kepikiran kenapa enggak dipajang di depan rumah biar warga yang membutuhkan tahu dan dapat ambil sendiri,” ujar penggagas ide yang merupakan ibu rumah tangga, Deasy Prasetyo dikutip dari Surya.co.id.