TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pemerintah Kota Bekasi akan berlakukan tes swab Covid-19 dengan alat Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk warga yang melintasi enam titik perbatasan Kota Bekasi.
Tes PCR tersebut dilakukan untuk mendekteksi lokasi dan menekan angka kasus persebaran virus corona.
Pemberlakukan tes swab Covid-19 menggunakan PCR ini mulai diberlakukan pada Selasa (5/5/2020).
Enam titik perbatasan yang disebutkan, yaitu perbatasan Lubang Buaya-Pondok Gede, perbatasan Jembatan Sasak Jarang-Wisma Asri Bekasi Utara, perbatasan Sumber Arta, perbatasan Jatiwaringin, dan perbatasan Pabrik Teh Botol Sosro Harapan Indah.
“Melalui sampling bagi warga Kota Bekasi yang masuk maupun keluar Kota Bekasi akan dilakukan tes swab guna mencegah penyebaran Covid 19 ini. Tes tersebut dilakukan langsung oleh Dinas Kesehatan Kota Bekasi dan Tim RSUD dr. Chasbullah Abdulmajid Kota Bekasi yang disebar di beberapa titik,” ujar Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi melalui siaran persnya, Senin (4/6/2020).
Rahmat mengatakan jika saat ini Pemkot Bekasi telah menyiapkan setidaknya 50 alat tes PCR di masing-masing titik perbatasan Kota Bekasi.
Namun, di perbatasan Sumber Artha yang menjadi jalan protokol utama keluar-masuk masyarakat Bekasi akan disiapkan 100 alat tes.
Baca: Gerakan Gantung Makanan Bermunculan di Tengah Kesulitan Ekonomi akibat Pandemi Corona
Baca: Rangkuman dan Jawaban Lengkap Soal Kelas 4-6 SD Materi Aneka Pantun Belajar dari Rumah TVRI
Baca: Asal-usul Nama Panggung Didi Kempot yang Menyimpan Kisah di Masa Awal Meniti Karier
Jadi masyarakat yang hendak masuk ke Kota Bekasi akan terlebih dahulu menjalani tes swab secara acak.
“Berhenti sebentar, dahak taruk, lihat datanya dengan KTP langsung dicatat,” ucap Rahmat.
Usai tes PCR, sampel lendir yang diambil dari dalam hidung maupun tenggorokan kemudian akan dibawa dan diuji di Laboratorium Dinas Kesehatan Kota Bekasi.
“Metode swab prosedurnya memakan waktu 15 detik dengan tidak menimbulkan rasa sakit, dan selanjutnya akan dibawa untuk diteliti di laboraturium Dinas Kesehatan Kota Bekasi,” ujar Rahmat.
Pelaksanaan tes swab Covid-19 ini dilakukan kata Rahmat untuk mendeteksi dengan cepat penyebaran Covid-19.
Sebab masih banyak masyarakat yang melakukan pelanggaran pada PSBB tahap kedua ini.
"Ini kita akan serius berkoordinasi dengan Kapolres dan Dandim untuk penggalakkannnya (aturan PSBB) di lapangan, termasuk sosialisasi ASN dan non-ASN yang woro woro kepada warga yang masih nongkrong tidak memperdulikan kesehatan ia sendiri untuk tidak keluar rumah jika tidak ada urusan penting,” kata Rahmat.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk patuh dan ikuti aturan Pemerintah Kota Bekasi terkait dengan dilaksanakannya PSBB.
Dengan begitu, ia berharap kalau jumlah kasus positif Covid-19 akan menurun.
"Harus berapa banyak lagi menjadi korban dari Covid 19 ini? Dengan cara kita bekerja sama dari warga dan Pemerintah Kota Bekasi juga Polres Metro Bekasi dan Dandim 0507 Bekasi, untuk sama sama sosialisasikan bahaya dari Covid 19 ini, warga mengikuti dengan anjuran dari Pemerintah untuk menjaga jarak, gunakan masker, lakukan PSBB dan terpenting jika tidak ada kepentingan agar dirujjmah saja. Itu kerja sama yang baik,” tutur dia.
Sebelumnya, Pemkot Bekasi juga lakukan tes swab Covid-19 di Stasiun Bekasi.
Pemkot telah menyiapkan 300 tes PCR bagi penumpang commuterline.
Baca: Warga Masih Nekat Mudik, Anies: Kalau Mudik Belum Tentu Bisa Kembali ke Jakarta dalam Waktu Singkat
Baca: Tak Punya Riwayat Penyakit, Dokter Ungkap Kemungkinan Penyebab Meninggalnya Didi Kempot
Baca: Sudah Dibuka Gelombang 4, Verifikasi Program Prakerja Ternyata Masih Berjalan dan Belum Tuntas
300 alat tes swab