Informasi Awal #
TIBUNNEWSWIKI.COM - Pakkat merupakan makanan tradisional khas Mandailing maupun Tapanuli Selatan.
Pakkat menjadi makanan yang diburu saat Ramadhan.
Pakkat sendiri merupakan pucuk Rotan muda yang di bakar.
Kudapan tradisional ini termasuk dalam jenis lalapan.
Pakkat biasanya ramai pada saat bulan Ramadan sebagai menu lalapan saat buka puasa.
Setiap Ramadan, penjual Pakkat mudah ditemui di pinggir jalan ataupun pusat keramaian.(1)(2)
Baca: Klappertaart
Baca: Patin Baubar
Keunikan #
Pakat banyak ditemukan saat Ramadan di daerah Tapanuli.
Makanan ini adalah makanan khas yang terbuat dari batang rotan.
Tapi tidak semua batang rotan bisa digunakan, hanya pucuk batang rotan muda yang dipakai untuk membuat kudapan ini.
Pakat bertekstur lembut dan biasa menjadi makanan pendamping nasi.
Pakkat diolah terlebih dahulu dan dicampur dengan berbagai macam sayuran.
Pakat biasa dibakar, lalu bagian dalamnya berwarna putih diambil untuk diolah.
Ukuran Pakkat bakar bisa mencapai kurang lebih satu meter sebelum dijual.
Jika ada pembeli, maka pedagang Pakkat akan mengupas kulitnya dan memotongi kecil-kecil menjadi ukuran 3-5 sentimeter dengan membuang bagian kerasnya.
Batang-batang rotan muda tidak mudah didapatkan.
Penjual Pakkat harus jauh-jauh hari sebelum bulan puasa memesan pucuk rotan muda dari Tapanuli Selatan.(3)(4)
Baca: Cakalang Fufu
Pengolahan dan Cita Rasa #
Cara memasak Pakkat, yaitu pucuk rotan muda ini terlebih dulu dibakar sebelum dijual ke pembeli.
Pakkat akan dibakar sampai kulitnya berubah menjadi hitam sehingga menghasilkan Pakkat berwarna putih.
Kulit Pakkat harus benar-benar sampai hitam, sebab jika tidak maka isi di Pakkat akan berwarna kuning dan membuat rasanya menjadi tidak sedap.(4)
Pengolahan pakkat yaitu pucuk rotan berukuran sekitar satu meter tersebut terlebih dahulu dipanggang di atas bara api batok kelapa atau arang yang dibakar.
Perlu waktu sekitar 15 menit sampai pucuk rotan melembek.
Selanjutnya, kulitnya dikupas dengan pisau, dagingnya berwarna putih yang dinikmati.
Tak hanya sebagai lalapan, pakkat bisa dimakan dengan anyang atau bumbu khas mandailing atau digulai.
Rasa pakkat agak pahit di lidah.
Namun rasa ini lah yang ternyata membuat orang ketagihan menikmatinya.
Jika ingin merasakan bagaimana rasa pakkat bisa datang ke seputaran jalan Sisingamangaraja, simpang jalan Selamat, dan di jalan Letda Sujono, Medan.(5)
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Kaka)
| Nama | Pakkat |
|---|
| Asal | Tapanuli Selatan, Mandailing |
|---|
| Klasifikasi | Makanan |
|---|
Sumber :
1. id.wikipedia.org
2. medan.tribunnews.com
3. www.indozone.id
4. www.merdeka.com
5. bobo.grid.id