TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kisah pilu Fabyan Devara viral di Media Sosial Twitter pada Selasa (28/4/2020).
Cerita tentang penyakit yang dideritanya tersebut viral setelah kedua orang tuanya membagikan kisah Fabyan di laman Facebook mereka.
Kemudian seorang pengguna Twitter bernama @FloNadayang pun membagikan cerita sedih itu di akun twitter pribadinya dan menjadi viral.
Remaja 16 tahun bernama Fabyan Devara tersebut sebelumnya didiagnosa mengidap gangguan syaraf di otaknya dan mengalami gejala stroke.
Setelah dirawat selama 4 hari di ruang isolasi, ia dinyatakan meninggal sebagai PDP Covid-19 dari hasil tes thorax.
Baca: Fakta Kasus Positif Covid-19 Sampoerna: 100 Orang Reaktif Rapid Test, Sumber Penularan Tak Diketahui
Baca: 2 Karyawan Positif Virus Corona, Pabrik Sampoerna Disterilisasi, Rokok Dikarantina sebelum Diedarkan
Sebelumnya, ia adalah remaja yang tidak mengeluhkan sakit apapun.
Ia bahkan terkenal sebagai remaja yang riang, sehat dan rutin pergi ke masjid sebelum akhirnya masjid ditutup akibat pandemi corona.
Kemudian Fabyan dan keluarganya pun tinggal di rumah menikmati masa-masa isolasi mandiri sekaligus belajar di rumah karena sekolah diliburkan.
Hingga suatu hari di bulan Maret lalu, Fabyan mengeluhkan tangan kanannya kesemutan hingga terasa kebas.
Semakin hari ia mengatakan jika tangan kanannya mati rasa yang membuatnya kesulitan menulis dan makan.
Seminggu setelahnya, Fabyan pun mulai menunjukkan gejala yang aneh lantaran ia terus tidur seharian penuh.
Remaja SMA itu bahkan bisa tidur selama 20 hingga 23 jam dalam sehari.
Merasa khawatir akan tingkah Fabyan, orangtuanya pun mencarikannya dokter syaraf untuk berobat.
Akhirnya, ia pun diperiksakan di sebuah rumah sakit di Pasar Rebo, Jakarta Timur dan didiagnosa mengalami masalah di bagian otak kirinya.
Bahkan sang dokter pun mengatakan jika Fabyan menderita penyakit yang aneh karena tidak menunjukkan gejala dari kanker, tumor, narkoba, bahkan virus atau bakteri.
Menurut dokter syaraf tersebut, Fabyan Devara tidak mungkin mengidap virus, karena jika ia terkena virus atau bakteri di otaknya ia akan mendetita kelumpuhan di kedua sisi tubuhnya.
Padahal, ia hanya mengeluhkan mati rasa di tubuh bagian kanan.
Baca: VIRAL Demi Pulang Kampung, Oknum Pemudik Nekat Sembunyi di Tumpukan Kerupuk untuk Kelabuhi Petugas
Baca: Ramadan di Tengah Corona, Seorang Pemudik Pingsan setelah Nekat Berjalan Kaki dari Jombang ke Pati
Setelah ulang tahunnya pada 13 April 2020, ia mengalami muntah-muntah dan dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) terdekat di daerah Pondok Labu, Jakarta Selatan.
Untuk mendapat perawatan lebih lanjut, ia pun dirujuk ke RS Pusat Otak Nasional (PON) di Cawang, Jakarta Timur.
Sampai muncullah hasil CT Scan yang menunjukkan tidak ada masalah pada otaknya.