TRIBUNNEWSWIKI.COM - Trending nomor 1 di Twitter, Bupati Klaten Sri Mulyani jadi perbincangan masyarakat.
Pasalnya, terungkap bahwa pemberian botol hand sanitizer yang dibagikannya ternyata merupakan bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos).
Namun, Sri Mulyani menutupi tulisan bantuan Kemensos tersebut dengan stiker bergambar dirinya yang membuat seolah-olah ia yang memberikan bantuan.
Hal tersebut pun viral di media sosial sehingga banyak warga yang mempertanyakan transparansi anggaran yang digunakan oleh Pemerintah Daerah Klaten.
Mulanya, sebuah akun di twitter bernama @mahasiswaYUJIEM mengunggah foto hand sanitizer berlabel foto Bupati Klaten yang bertuliskan 'Bantuan Bupati Klaten'.
Kemudian saat stikernya dilepas, terlihat bahwa hand sanitizer tersebut merupakan barang yang diberikan oleh Kemensos, bukan dari sang bupati.
Baca: Teknik Membuat Puisi dan Contoh Puisi Keluarga, Jawaban Soal Belajar dari Rumah TVRI Kelas 4-6 SD
Baca: Pembahasan dan Jawaban Soal Mengurut Bilangan Kelas 1-3 SD Belajar dari Rumah TVRI Hari Ini
"Bupati Klaten seharusnya malu. Semalam kita diramaikan oleh beredarnya foto hand sanitizer berstiker 'Bantuan Bupati Klaten' dan ketika stikernya dilepas ternyata itu bantuan dari Kemensos? Lalu bagaimana pengadaan anggaran handsanitizer oleh Pemda?," tulis aku tersebut.
Akun tersebut pun kemudian menggencarkan tagar #BupatiKlatenMemalukan dan hingga kini masih menjadi trending di Media Sosial Twitter.
Akun twitter @suara_Klaten pun turut memberikan komentar terkait dengan stiker hand sanitizer Kemensos yang ditutupi oleh Hj. Sri Mulyani tersebut.
"Akhirnya permintaannya untuk trending topik di dunia maya terkabul hanya dengan modal hand sanitizer, walau sangat memalukan buat warga Klaten khususnya,"
"dan tidak terpuji untuk pejabat publik pada umumnya, Kuwi bantuan Kemensos lho Bu, bukan dana dari sampean (Itu bantuan dari Kemensos lho Bu, bukan dana dari Anda)," tulis akun tersebut.
Akhirnya, setelah mendapat keluhan dari warganya, Bupati Klaten pun memberikan klarifikasi terkait dengan pemberian stiker bergambar dirinya yang ada di hand sanitizer yang diberikannya sebagai bansos.
Ia mengatakan jika penempelan stiker dirinya tersebut karena adanya kekeliruan di lapangan.
Tidak hanya mengakui kesalahannya, ia pun juga meminta maaf atas perbuatannya tersebut.
Baca: Ingin Bisnis Kuliner Laku saat Ramadan meski Ada Pandemi Corona? Ini Tips dari Dosen Unair
Baca: Spekulasi Kim Jong Un Meninggal Dunia: Kereta Pribadi yang Beroperasi di Wonsan Justru Mencurigakan
"Sudah saya klarifikasi. Ada kekeliruan di lapangan (dalam penempelan stiker)," kata Sri Mulyani kepada wartawan, Senin (27/4/2020).
Menurutnya, kekeliruan tersebut terjadi karena bantuan hand sanitizer dari Kemensos jumlahnya sangat terbatas.
Sehingga dimungkinkan ikut tertempel stiker seperti bantuan hand sanitizer yang disalurkan oleh Pemkab Klaten.
"Di lapangan mungkin ditempelin semua. Kejadiannya seperti itu," terang dia.
Sri Mulyani mengungkapkan jika pemberian hand sanitizer dari Kemensos tersebut terbatas jumlahnya, yaitu hanya diberikan sebanyak 1.000 botol.
Sedangkan pengadaan hand sanitizer yang dialokasikan Pemkab Klaten mencapai puluhan ribu botol.