Namun bukan berarti Kim Pyong II bisa hidup tenang.
Kim Pyong II diberikan jabatan di luar Korea Utara, dan separuh hidupnya ia habiskan dengan berkeliling Eropa menjadi Duta Besar.
Baca: Ramadan di Tengah Pandemi Corona, Ini Cerita WNI saat Bulan Puasa di Jerman
Bahkan ketika Kim Pyong II harus kembali ke Korea Utara pada tahun 2007 untuk menengok ibunya yang sakit, dia dijadikan tahanan rumah.
Hal itu tidak lain sebab persaingan masa lampau antara Kim Pyong Il dan Kim Jong Il.
Di masa Kim Jong Un memimpin, tak sedikit rumor beredar mengenai rencana pembunuhan terhadap para pangeran lainnya.
Berita terheboh yaitu kematian Kim Jong Nam yang disebut-sebut diyakini dilakukan oleh agen intelijen Korea Utara.
Kim Jong Nam merupakan anak Kim Jong Il dari pernikahannya dengan salah satu wanita simpanannya yang tak disetujui Kim Il Sung.
Berikutnya Kim Han Sol, anak Kim Jong Nam juga disebut pernah diincar untuk dibunuh, namun digagalkan.
Di samping, Kim Pyong Il juga diberitakan menjadi target pembunuhan setelah Kim Jong Nam dibunuh, namun tidak pernah terjadi.
3. Hanya Perlu 3 Tahun Magang Untuk Jadi Pemimpin Korut
Dalam kebiasaan Korea Utara, untuk menjadi pemimpin Korea Utara harus mengikuti magang.
Kim Jong Il menjalani masa magang sebagai pemimpin Korea Utara selama kurang lebih 20 tahun.
Selama 20 tahun itu Kim Jong Il selalu mengikuti Kim Il Sung kemanapun, dan diberi banyak jabatan politik.
Pada tahun 1994 barulah ia menggantikan Kim Il Sung.
Akan tetapi, hal tersebut nampaknya tidak berlaku bagi Kim Jong Un.
Kim Jong Un hanya menjalani magang selama 2 tahun.
Kim Jong Il mempersiapkan Kim Jong Un menjadi pemimpin pas satu tahun setelah Kim Jong Il sakit keras.
Awal magang Kim Jong Un ini didapatkannya sejak tahun 2009.
Tahun 2010 sinyal dia akan meneruskan takhta sudah amat jelas.
Tahun 2011 Kim Jong Il meninggal, dan Kim Jong Un lansgung naik jadi pemimpin Korea Utara.