Tetapi pembatasan di kota telah menurun dalam beberapa hari terakhir karena infeksi baru turun secara signifikan.
Untuk pertama kalinya sejak pandemi virus corona dimulai, daratan China melaporkan tidak ada kematian terkait Covid-19 pada hari Selasa.
Kota Wuha melaporkan hanya ada dua infeksi baru dalam 14 hari terakhir.
Baca: Ada yang Tanpa Gejala, Peneliti Klaim Ribuan Kasus Positif Covid-19 di Wuhan Tak Tercatat
Baca: Fakta-fakta Pasien Pertama Pembawa Virus Corona di Wuhan, Terjangkit Sejak November 2019
Walau demikian, pihak berwenang China tetap waspada terhadap kemungkinan yang akan terjadi.
Kekhawatiran utama mereka adalah seputar kasus yang masuk ke negara ini dan mereka tak menunjukkan gejala tetapi masih dapat menularkan virus kepada orang lain.
Para pejabat kesehatan masih mendorong orang-orang di Wuhan untuk tidak meninggalkan lingkungan mereka, kota, dan provinsi, kecuali jika benar-benar diperlukan.
Rintangan tinggi tetap ada di sekitar kompleks perumahan.
Orang-orang hanya diizinkan untuk pergi jika mereka memiliki kode kesehatan hijau atau membawa dokumen yang menetapkan alasan yang sah.
Baca: Deretan Kasus Positif Corona Tanpa Gejala di Sejumlah Daerah, Hanya Haus hingga Suhu Tubuh Normal
Baca: Amankah Berhubungan Seks Saat Pandemi Corona? Ini Penjelasan Ahli yang Wajib Diketahui
Liu Xiaomin, salah seorang warga China meninggalkan Wuhan pada hari Rabu.
Mengatakan dia dan keluarganya telah pergi ke kota untuk liburan Tahun Baru Imlek dan terjebak di sana.
"Suasana hatiku akan lebih baik tetapi ketika aku kembali aku masih tidak akan keluar terlalu sering,” kata dia.
Sementara itu pihak berwenang di Hong Kong mengatakan pada hari Rabu pembatasan sosial yang menjauhkan termasuk penutupan beberapa bar dan pub dan larangan pertemuan publik lebih dari empat orang akan diperpanjang sampai 23 April karena terus berjuang untuk menghentikan penyebaran coronavirus.
Pemerintah mengatakan peningkatan 'drastis' lebih dari dua kali lipat dalam jumlah kasus di Hong Kong selama dua minggu terakhir hingga 936 kasus.
Baca: Deretan Aktor dan Musisi Dunia yang Meninggal Akibat Virus Corona: Jay Benedict hingga Mark Blum
Baca: Ahli Epidemiologi Yakin Korban Corona di Indonesia Sebenarnya Lebih Tinggi dari Data, Ini Alasannya
Empat orang di bekas koloni Inggris itu meninggal karena COVID-19, penyakit yang disebabkan oleh virus.
Pembatasan lain yang telah diperpanjang termasuk penutupan pusat kebugaran, bioskop, ruang tamu mahjong, ruang karaoke dan klub malam.
Salon kecantikan dan panti pijat telah ditambahkan ke dalam daftar.
Pusat keuangan global juga telah memperpanjang tanpa batas penutupan bandara selama dua minggu untuk kedatangan asing yang akan berakhir pada hari Selasa.
Sementara sekolah tetap ditutup, banyak orang yang bekerja dari rumah dan pusat perbelanjaan dan restoran sebagian besar sepi.
Hong Kong telah menghentikan kebijakan lockdown yang diberlakukan di kota-kota lain seperti London dan New York.
Baca: 5 Kabar Baik Virus Corona di Indonesia: Angka Penambahan Kasus Positif Menurun, 400 ribu Reagen Baru
Baca: Ramadan dan Corona, Tips Sahur yang Benar, Perbanyak Sayur Buah untuk Tangkal Covid-19
(TribunnewsWiki.com/Niken Aninsi/SO)
Artikel ini juga tayang di Tribunnews.com dengan judul Kabar Baik Virus Corona: Semua Pasien Covid-19 di Wuhan Dipulangkan Pasca 2 Minggu Lockdown Dibuka