Meskipun Kementerian Koordinator Perekonomian dan Manajemen Pelaksana KARTU Pra Kerja (PMO) menjelaskan keterlibatan Tuang Guru sesuai dengan aturan yang berlaku.
Akan tetapi Belva tetap mengundurkan diri karena tidak ingin polemik berkepanjangan.
“Namun, saya mengambil keputusan yang berat ini karena saya tidak ingin polemik mengenai asumsi/persepsi publik yang bervariasi tentang posisi saya sebagai Staf Khusus Presidenmenjadi berkepanjangan,
yang dapat mengakibatkan terpecahnya konsentrasi Bapak Presiden dan seluruh jajaran pemerintahan dalam menghadapi masalah pandemi COVID-19,” lajutnya.
Baca: Mengenal Andi Taufan Garuda Putra, Staf Khusus Milenial Presiden Jokowi
Baca: Deretan 7 Artis yang Menjadi Pegawai Negeri Sipil ( PNS ), Ada yang Duduki Jabatan Tinggi
4. Tanggapan Istana
Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyatakan, Presiden Joko Widodo memahami alasan Adamas Belva Syah Devara mundur dari jabatan Staf Khusus Presiden.
Pramono pun mengatakan, Presiden telah menerima surat pengunduran diri Belva dari posisi stafsus milenial.
"Memang benar, Presiden sudah menerima surat pengunduran diri dari Staf Khusus Presiden, Saudara Adamas Belva Syah Devara," kata Pram melalui keterangan tertulis, Selasa (21/4/2020).
Baca: Ramalan Zodiak Hari Ini Rabu 22 April 2020: Virgo Koreksi Diri, Capricorn Siapkan Tenaga dan Pikiran
Baca: BMKG - Prakiraan Cuaca Kamis 23 April 2020: Surabaya Cerah, Bandung dan Mamuju Hujan Ringan
"Presiden Joko Widodo menerima pengunduran diri Saudara Adamas Belva Syah Devara dan memahami alasan pengunduran dirinya itu," tutur Pramono Anung.
Ia menambahkan, sedianya Presiden Jokowi menginginkan anak muda seperti Belva bergabung dalam pemerintahan.
Sebab, Presiden menginginkan adanya kontribusi dari para pemuda yang memiliki gagasan inovatif dan kreatif.
(TribunnewsWiki.com/SO/Kompas.com)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mundurnya Belva dan Pilihan untuk Stafsus Milenial Lainnya..."