Meski Omzet Penjualan Nasi Pecel Turun, Sunarsih Sumbang Tabungan Umrah 3 Tahun untuk Korban Corona

Omzet penjualan nasi pecel menurun akibat pandemi corona tak menyurutkan niat Sunarsih untuk menyumbang tabungan umrah miliknya untuk korban corona.


zoom-inlihat foto
sunarsih-sumbangan-covid-corona.jpg
KOMPAS/A. Faisol
Sunarsih (55) (paling kiri) menyerahkan celengan umrohnya kepada Pemkot Probolinggo untuk penanganan wabah corona.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pandemi corona yang terjadi di Indonesia masih terus berjalan.

Hingga Senin, (20/4/2020) jumlah kasus positif Covid-19 tercatat sebanyak 6.760 jiwa.

Dari jumlah tersebut, 747 pasien dinyatakan telah sembuh sedangkan korban meninggal akibat Covid-19 tercatat sebanyak 590 orang.

Kondisi tersebut membuat pemerintah melakukan berbagai kebijakan untuk menekan angka penularan dan kasus positif Covid-19.

Masyarakat pun lambat laun mulai bisa menyesuaikan diri dengan kondisi yang diakibatkan oleh pandemi corona.

Selain menaati imbauan pemerintah untuk tetap berada di rumah dan melakukan physical distancing, masyarakat mulai bahu membahu membantu sesama agar pandemi segera berakhir.

Baca: Merasa Tak Layak, Warga Kembalikan Paket Sembako Bansos PSBB DKI: Masih Mampu dan Punya Persediaan

Baca: Bocah 9 Tahun Bongkar Celengan Demi Sumbang APD Tenaga Medis, Ibu: Awalnya untuk Nikahan Kakak

Bantuan sosial sesama masyarakat dan untuk petugas medis Covid-19

Warga antre untuk membeli sembako yang terdiri dari gula, beras, tepung dan minyak sayur dalam operasi pasar bahan pangan di Pasar Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (20/3/2020). Kegiatan ini dilakukan dalam rangka gerakan stabilitas pangan.
Warga antre untuk membeli sembako yang terdiri dari gula, beras, tepung dan minyak sayur dalam operasi pasar bahan pangan di Pasar Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (20/3/2020). Kegiatan ini dilakukan dalam rangka gerakan stabilitas pangan. (WARTA KOTA/Nur Ichsan)

Beberapa waktu lalu, warga Kelapa Gading mengembalikan paket sembako yang diberikan Pemprov DKI Jakarta untuk mendukung keluarga yang kurang mampu.

Para warga tersebut merasa kurang layak menerima bantuan sosial (bansos) lantaran merasa masih mampu dan memiliki banyak persediaan makanan.

Tak hanya dikembalikan, sebagian warga juga menyerahkan secara langsung paket sembako yang didapatkan kepada keluarga lain yang lebih membutuhkan.

Tak hanya itu, juga terdapat kisah Mochamad Hafidh (9) di Dayeuhkolot, Bandung rela membongkar celengan sejumlah Rp. 453.000.

Hafidh menyerahkan sumbangan tersebut untuk membeli alat pelindung diri (APD) untuk para tenaga medis.

Sunarsih, penjual nasi pecel sumbang tabungan umrah untuk korban corona

Sunarsih (paling kiri) menyerahkan celengan umrohnya kepada Pemkot Probolinggo untuk penanganan wabah corona.
Sunarsih (paling kiri) menyerahkan celengan umrohnya kepada Pemkot Probolinggo untuk penanganan wabah corona. (KOMPAS/A. Faisol)

Aksi kemanusiaan juga dilakukan oleh Sunarsih (55), seorang penjual nasi pecel asal Probolinggo, Jawa Timur.

Sunarsih rela menyumbangkan tabungan yang telah dikumpulkannya selama 3 tahun.

Padahal tabungan tersebut rencananya akan digunakan untuk bekal melaksanakan ibadah umrah.

Seperti yang telah diberitakan Kompas.com, Sunarsih mengaku terinspirasi dari pemberitaan anak-anak yang menyumbangkan celengan mereka untuk korban corona.

Aksi anak-anak tersebut membuat Sunarsih terharu dan tergerak untuk melakukan hal yang sama.

Sunarsih bersikukuh karena baginya, urusan rezeki sudah diatur oleh Tuhan.

“Apa kata nanti, uang bisa dicari lagi,” ujar Sunarsih seperti yang dikutip Tribunnewswiki dari Kompas.com.





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Sanubari Jakarta (2012)

    Sanubari Jakarta adalah film drama omnibus Indonesia yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved