Bangkit dari Resesi, Pemerintah Jerman Sudah Izinkan Pertokoan Buka di Sejumlah Daerah

Pemerintah Jerman sudah mengizinkan pertokoan untuk kembali buka di sejumlah daerah.


zoom-inlihat foto
kanselir-jerman-angela-merkel-324.jpg
AFP / ODD ANDERSEN
Pemerintah Jerman sudah buka pertokoan untuk mengangkat negaranya dari resesi, FOTO: Kanselir Jerman Angela Merkel.(AFP / ODD ANDERSEN)


Melalui pengumuman Kanselir Angela Merkel pada Rabu (15/4/2020) waktu setempat, dilansir AFP, pemerintah Jerman akan mencabut sejumlah pembatasan yang telah membuat ekonominya terperosok dalam resesi.

Kanselir Jerman Angela Merkel berpidato di konferensi pers mengenai langkah-langkah pemerintah Jerman untuk menghindari penyebaran coronavirus novel COVID-19 lebih lanjut, pada 15 April 2020 setelah konferensi video dengan para pemimpin negara-negara federal Jerman di kanselir di Berlin. Kanselir Jerman Angela Merkel mengumumkan langkah pertama dalam membatalkan pembatasan coronavirus yang telah menjerumuskan ekonomi ke dalam resesi, dengan sebagian besar toko diizinkan untuk membuka meskipun sekolah harus tetap ditutup sampai 4 Mei
Kanselir Jerman Angela Merkel berpidato di konferensi pers mengenai langkah-langkah pemerintah Jerman untuk menghindari penyebaran coronavirus novel COVID-19 lebih lanjut, pada 15 April 2020 setelah konferensi video dengan para pemimpin negara-negara federal Jerman di kanselir di Berlin. Kanselir Jerman Angela Merkel mengumumkan langkah pertama dalam membatalkan pembatasan coronavirus yang telah menjerumuskan ekonomi ke dalam resesi, dengan sebagian besar toko diizinkan untuk membuka meskipun sekolah harus tetap ditutup sampai 4 Mei (BERND VON JUTRCZENKA / POOL / AFP)

Ia menyebut akan mengizinkan sebagian besar toko untuk beroperasi kembali.

Merkel mengingatkan agar toko-toko tersebut memiliki rencana dan cara-cara untuk menjaga kebersihan.

Namun, kebijakan pembukaan ekonomi ini tidak berlaku bagi pendidikan.

Pasalnya, institusi pendidikan di Jerman masih ditutup sampai 4 Mei 2020.

Adapun larangan mengadakan kegiatan publik berskala besar masih tetap berlaku sampai 31 Agustus 2020.

Sekolah-sekolah di Jerman akan dibuka secara bertahap dengan memprioritaskan bagi siswa yang sudah meninggalkan ujian.

Pemerintah Jerman dengan tegas mendesak warganya untuk selalu memakai masker saat berbelanja ataupun saat menggunakan transportasi umum.

Namun, ketegasan itu nampaknya berbeda dari apa yang dilakukan negara tetangganya, Austria, yang masih berupa imbauan.

Negara Jerman menjadi negara terbesar dari sejumlah negara di Eropa yang mengumumkan kebijakan untuk membuka kembali ekonomi dan aktivitas masyarakatnya.

Baca: Kanselir Jerman Angela Merkel Resmi Umumkan Rencana Cabut Sejumlah Pembatasan COVID-19

Ancaman Kelaparan dan Kerusuhan Sosial

Pembatasan bisnis di sejumlah negara mengakibatkan prospek ekonomi global merosot.

Menurut IMF, kondisi ini merupakan penurunan ekonomi global terburuk selama seabad penuh yang mengacu pada kerugian dunia yang mencapai 9 Triliun USD.

Saat Jerman sudah masuk dalam masa resesi, output industri Amerika Serikat juga menurun sebesar 6.3 persen, yang merupakan penurunan terbesar selama tujuh dekade.

Di Prancis, lebih dari sepertiga buruh menganggur dalam sementara waktu, ketika jumlah kematian akibat virus di negara Menara Eifel tersebut mencapai 17.000 kasus.

Namun, ada harapan yang muncul saat angka rawat inap turun untuk pertama kalinya.

Adapun jumlah kasus COVID-19 di seluruh dunia tembus angka dua juta infeksi, dengan kematian mencapai ratusan ribu.

Saat semua negara di dunia mencoba memetakan jalan keluar atas krisis wabah, kecaman muncul terhadap Presiden AS, Donald Trump yang membekukan dana untuk WHO, organisasi kesehatan dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Baca: Donald Trump Putuskan AS Stop Danai WHO, Negara Miskin Paling Kena Imbas, Tak Hanya Perangi Covid-19

Trump menuduh WHO salah mengelola dan menutupi penyebaran virus corona.

Dalam pernyataannya, Trump mengatakan bahwa masalah itu dapat diatasi jika WHO akurat menilai situasi di China akhir tahun lalu.





Halaman
1234
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved