China mengalami kontraksi ekonomi terburuk sejak setidaknya tahun 1970-an pada kuartal pertama tahun 2020 saat berperang dengan Covid-19.
Pengeluaran konsumen yang lemah dan aktivitas pabrik juga membuktikan jika negara pimpinan Xi Jinping ini menghadapi pemulihan yang lebih lama dan lebih sulit dari yang diperkirakan sebelumnya.
Berdasarkan data yang telah dirilis, ekonomi terbesar kedua di dunia menyusut 6,8% dari tahun lalu dalam tiga bulan yang berakhir pada Maret setelah pabrik, toko dan biro perjalanan ditutup untuk mengendalikan infeksi virus.
(Intisari/Muflika Nur Fuaddah, TRIBUNNEWSWIKI.COM/Kaka)
Sebagian artikel ini telah muncul di Intisari dengan judul, "Akhirnya China Mengkonfirmasi: Jumlah Kematian Akibat COVID-19 Sebenarnya 50 Persen Lebih Tinggi dari yang Dilaporkan Sebelumnya"
dan di Tribunnews.com dengan judul Akhirnya China Bongkar Total Kematian Corona, 50% Lebih Tinggi dari yang Dilaporkan Sebelumnya