TRIBUNNEWSWIKI.COM - Gejala virus corona saat ini sangat beragam, bahkan ada yang tidak bergejala.
Tim peneliti virus corona menyebut bahwa anjing memiliki kemungkinan dapat mendeteksi virus corona.
Anjing dinilai mampu mendeteksi penyebaran virus corona pada manusia, terutama bagi mereka yang tidak menunjukkan gejala atau orang tanpa gejala (OTG).
Hal ini bisa dilakukan ketika terdapat kebutuhan mendesak untuk pengujian virus corona.
Bahkan, London School of Hygiene and Tropical Medicine telah melakukan persiapan untuk melatih anjing.
Dikutip dari NYPost, mereka melatih anjing untuk mendeteksi pembawa virus corona tanpa gejala.
Pihaknya juga menyebutkan bahwa pengujian ini akan siap dalam waktu enam minggu.
"Ini tahap yang sangat awal," kata James Logan, Kepala Departemen Pengendalian Penyakit LSHTM.
“Kita tahu penyakit memiliki bau, termasuk penyakit pernapasan seperti influenza dan bau itu sebenarnya sangat berbeda.
Ada kemungkinan besar bahwa Covid-19 memiliki bau tertentu, dan jika itu benar, saya sangat yakin bahwa anjing-anjing itu akan dapat mempelajari bau itu dan mendeteksinya," jelasnya.
Anjing memang memiliki indera penciuman yang tajam.
Baca: Update Terbaru Pasien Virus Corona di Seluruh Dunia hingga 17 April 2020, Total 2.153.620 kasus
Bahkan, anjing juga digunakan untuk mendiagnosis berbagai penyakit pada manusia seperti malaria, diabetes, penyakit Parkinson, dan kanker.
Anjing mampu mengendus perubahan suhu pada kulit manusia.
Sementara itu, LSHTM bahkan telah melatih anjing Labradors dan Cocker Spaniel untuk mendeteksi penyakit malaria dengan cara mengendus.
"Pekerjaan kami sebelumnya menunjukkan bahwa anjing dapat mendeteksi bau dari manusia dengan infeksi malaria dengan akurasi sangat tinggi - di atas standar Organisasi Kesehatan Dunia untuk diagnostik," kata Logan dalam siaran pers.
Jika pengujian ini berhasil, maka anjing dapat dijadikan objek untuk pengujian virus corona.
Pengujian itu dengan cara menyaring virus secara akurat dan dapat dilakukan kepada 250 orang per jam pada musim panas di Inggris.
Seperti diketahui, saat ini gejala virus corona ada juga yan tidak memiliki gejala.
Di Indonesia, Orang Tanpa Gejala (OTG) sudah menjadi tanda bagi orang bergejala Covid-19.
Baca: Inilah 7 Kesalahan Dasar saat Mencuci Tangan yang Sebabkan Virus Corona Tak Bisa Mati
Baca: Virus Corona Disebut Tak Hanya Menyerang Paru-paru, Tetapi Bisa Merusak Jatung, Ginjal, dan Hati
Hal ini lebih berbahaya karena kebanyakan orang tidak akan mengetahui apakah orang tersebut terkena virus corona atau tidak.
Untuk gejala Covid-19 ini terdapat beberapa istilah seperti asymptomatic, yaitu orang yang membawa virus di dalam tubuhnya namun tidak menunjukkan gejala.
Presymptomatic merupakan orang yang sudah terinfeksi dan virus corona sudah menginkubasi tubuhnya namun tidak menunjukkan gejala.
Very mildly symptomatic merupakan orang yang menunjukkan gejala ringan sakit Covid-19 namun tetap berinteraksi dengan orang lain.
Untuk terhindar dari gejala virus corona atau Covid-19, masyarakat diimbau untuk tetap melakukan physical distancing.
Selain itu baru-baru ini, ahli Prancis mengatakan virus corona atau Covid-19 ini juga dapat menyebabkan gejala dermatologis.
Gejala ini menyebabkan kulit kemerahan yang kadang menyakitkan hingga gatal-gatal.
Para ahli Prancis menduga kemunculan hal ini menjadi gejala baru Covid-19.
Diduga gejala dermatologis ini dapat muncul tanpa disertai gejala pernapasan.
Tak hanya itu, mereka juga menyoroti tentang lesi kulit yang mungkin menjadi tanda Covid-19 lainnya.
Lesi kulit merupakan jaringan kulit yang tumbuh abnormal di permukaan maupun di bawah permukaan kulit.
(TRIBUNNEWSWIKI/Afitria)
Artikel ini juga tayang di Tribunnews.com dengan judul Di Inggris, Anjing Dilatih untuk Pengujian Covid-19 karena Dinilai Dapat Deteksi Virus Corona