TRIBUNNEWSWIKI.COM - Perkembangan terbaru pasien virus corona di seluruh dunia hingga Jumat 17 April 2020, total mencapai 2.153.620 kasus.
Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia mencapai 143.844 orang
Kabar terbaru ini sejalan dengan meningkatnya angka jumlah pasien sembuh yang mencapai 542.143 orang.
Pantauan Tribunnewswiki.com dari data John Hopkins University, Jumat (17/4/2020) pukul 08.00 WIB ini juga menyebut virus corona telah menyebar ke 185 negara di dunia.
Baca: UPDATE Kasus Covid-19 di Indonesia Hingga Jumat 17 April 2020 Pagi: 5.516 Terkonfirmasi
Buka Tutup Kebijakan Pencabutan Pembatasan Sosial di Sejumlah Negara
Sejumlah negara di dunia telah memulai buka tutup kebijakan untuk membuka kembali pembatasan sosial.
Uji coba kebijakan ini merupakan strategi untuk menahan perekonomian agar tidak semakin terperosok.
Sebagian besar negara yang melakukan buka tutup kebijakan pembatasan sosial berasal dari negara-negara di Eropa.
Negara Denmark dilaporkan telah membuka kembali sekolah setelah adanya penutupan selama sebulan.
Kemudian, Finlandia dilaporkan membuka blokade transportasi kereta api dan jalan raya selama dua minggu di wilayah Helsinki.
Negara Lithuania mengatakan akan mengizinkan toko-toko kecil dibuka kembali mulai Kamis, (16/4/2020).
Perlahan namun pasti, banyak negara-negara di dunia telah memberlakukan uji coba pembukaan lockdown dalam beberapa sektor, seperti Iran yang membiarkan pembukaan usaha kecil, dan India yang membuka kesempatan jutaan orang pedesaan untuk kembali bekerja.
Sementara itu, di Korea Selatan, orang-orang pergi ke tempat pemungutan suara dan memberikan dukungan kepada Presiden Moon Jae-In, pada Rabu (15/4).
Meskipun sempat menjadi negara dengan wabah COVID-19 terbesar kedua di dunia, Korea Selatan telah mengendalikan virus ini melalui pengujian meluas, memantau kontak-fisik, dan sosial-distancing.
Namun demikian, kemungkinan mencabut pembatasan masih tampak sulit bagi sebagian besar negara lainnya.
Seperti negara Spanyol, yang masih dalam tahap uji coba pembukaan kembali sektor ekonomi mereka.
Melalui pemimpinnya, Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, sejumlah pabrik dan bangunan telah diizinkan untuk dibuka.
Namun Sanchez memperingatkan keras, "tidak akan ada yang sama sampai vaksin ditemukan."
Baca: 36 Mahasiswa Asrama di Jakarta Pusat Positif Corona, Warga Sempat Protes Minta Lokasi Dikosongkan
Berbeda dari Spanyol, negara Belgia telah memperpanjang aturan #DiRumahSaja sampai 3 Mei 2020 dan masih melarang adanya pertemuan / kontak fisik sampai akhir Agustus 2020.
Ketika Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendapat kecaman atas kebijakan pembekuan dana untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), negara-negara yang tergabung dalam G-20 mengumumkan kebijakan moratorium utang satu tahun bagi negara-negara miskin di dunia.