Akhirnya, untuk memenuhi kebutuhan makan, Ason memberanikan diri menjual ponsel rusak yang dimilikinya.
Ia berharap ponsel itu bisa dibeli orang dan uangnya akan dibelikan beras.
Ia juga tahu bahwa harga jual ponsel rusak tersebut tidak cukup untuk membeli beras.
Ia mengaku istrinya juga bekerja sebagai buruh pembuat tempe dengan penghasilan Rp 1 juta per bulan.
“Kalau dirasakan, tentunya tidak cukup. Namun kami buat secukupnya, yang terpenting ada beras untuk dimasak,” imbuhnya.
Baca: Kisah Pria 54 Tahun asal Lampung Sembuh dari Covid-19: Kondisinya Naik Turun, Sempat Patah Semangat
Baca: Kisah Haru Nenek 71 Tahun di Bekasi Sembuh dari Covid-19, Kehilangan Suami yang Lebih Dulu Positif
Ason juga mengaku tidak memiliki pekerjaan bukan karena pilih-pilih, akan tetapi memang karena tidak ada orang yang mau mempekerjakannya.
“Saya tidak ada skill, dulunya pernah kerja di bengkel, namun tidak bertahan lama karena bengkelnya tutup.
Dan, akhirnya saya kerja serabutan ke sana ke mari.
Dan, setelah corona ini, sulit untuk mencari pekerjaan serabutan itu, karena banyak yang berdiam diri di rumah,” terang Ason.
Sejak awal mereka memang hidup dalam kekurangan.
Bahkan kelima anaknya tidak satu pun yang mengenyam bangku sekolah.
“Terkadang sedih, tapi mau gimana lagi, jangankan untuk biaya sekolah, bisa makan saja sudah sangat beruntung,” kata Ason.
Akhirnya Sudah Terima Bantuan
Ason mengaku sangat terharu karena usaha menjual ponsel rusak untuk membeli beras malah mendatangkan banyak bantuan.
Saat ini tidak sedikit warga Batam yang datang ke rumahnya untuk memberikan bantuan, mulai dari uang hingga beras dan sejumlah sembako.
“Saya benar-benar merasa menjadi manusia yang paling beruntung, ternyata apa yang saya doakan didengar Allah, dan hari ini saya benar-benar merasakan nikmat Allah yang tidak disangka-sangka,” katanya.
Ason pun berdoa kebaikan para dermawan menjadi amal ibadah dan mendapat balasan dari Tuhan.
Ia juga berharap ada orang yang bersedia mempekerjakannya sehingga tidak selalu menunggu bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya.
“Saya berharap jangan bantuan saja yang diberikan, mudah-mudahan ada orang yang mau menerima saya untuk bekerja kepada orang tersebut, agar saya selalu bisa memberikan nafkah untuk kelima anak saya ini,” harap Ason.
Baca: Beredar Kisah Pengakuan Napi Berani Bayar Jutaan Demi Bebas karena Ada Corona: Harganya Lumayan
(Kompas.com/Kontributor Batam, Hadi Maulana)(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Al Farid)(TribunNewsmaker.com)
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Kisah di Balik Seorang Ayah Jual HP Rusak demi Beli Beras untuk 5 Anaknya