WHO Kehilangan Sumbangan Rp 6,3 Triliun dari AS di Tengah Pandemi Covid-19, Bill Gates: Bahaya

Pendiri Microsoft, Bill Gates, mengungkapkan pemutusan dana untuk WHO di tengah pandemi bisa berbahaya bagi usaha pencegahan penularan virus corona


zoom-inlihat foto
bill-gates-mundur-dari-dewan-microsoft.jpg
JEFF PACHOUD / AFP
Pendiri Microsoft AS, Bill Gates, berfoto pada 9 Oktober 2019, di Lyon, Prancis timur tengah, selama konferensi pendanaan Global Fund to Fight AIDS, TBC dan Malaria.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghentikan donasi pendanaan untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Trump mengatakan WHO gagal menjalankan tugas dasarnya, Selasa (14/4/2020).

Terkait hal ini, pemimpin WHO tengah meninjau dampak dari pemotongan ini.

"Kami menyesali keputusan Presiden Amerika Serikat untuk menghentikan pendanaan bagi WHO," kata Direktur Jenderal Tedros Adhanom Ghebreyesus pada konferensi pers, dikutip BBC.

"AS menjadi sahabat lama dan dermawan ... dan kami berharap akan terus demikian," lanjutnya.

Sebelumnya, ia mengemukakan lewat Twitter akan fokus untuk menghentikan pandemi.

Baca: Tak Hanya Donald Trump, Berbagai Tokoh Pertanyakan Peran WHO dan Sayangkan Kedekatan dengan China

Baca: Kanselir Jerman Angela Merkel Resmi Umumkan Rencana Cabut Sejumlah Pembatasan COVID-19

ILUSTRASI - Direktur Jenderal Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers yang berlangsung pada Rabu (11/3/2020). twitter.com/DrTedro
ILUSTRASI - Direktur Jenderal Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers yang berlangsung pada Rabu (11/3/2020). twitter.com/DrTedro (twitter.com/DrTedro)

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mengatakan "bukan waktunya" untuk memotong dana ke WHO, yang "sangat penting bagi upaya dunia untuk memenangkan perang melawan Covid-19".

Padahal AS menyumbang 400 juta USD pada tahun 2019.

Angka tersebut setara dengan Rp 6.3 Triliun lebih, dengan kurs Rp 15.762.

Hal itu menjadikan AS sebagai penyumbang terbesar untuk WHO.

Sementara posisi kedua ditempati yayasan Bill and Melinda Gates.

Bill Gates pun menyayangkan hal ini.

Dalam foto ini, foto pendiri Microsoft AS, Wakil Ketua Yayasan Bill & Melinda Gates, Bill Gates, berfoto bersama pada tanggal 9 Oktober 2019, di Lyon, Prancis timur tengah, selama konferensi pendanaan Global Fund to Fight AIDS, TBC dan Malaria. Microsoft pada hari Jumat mengumumkan bahwa salah satu pendiri Bill Gates telah meninggalkan dewan direksi untuk mencurahkan lebih banyak waktu untuk filantropi.JEFF PACHOUD / AFP
Dalam foto ini, foto pendiri Microsoft AS, Wakil Ketua Yayasan Bill & Melinda Gates, Bill Gates, berfoto bersama pada tanggal 9 Oktober 2019, di Lyon, Prancis timur tengah, selama konferensi pendanaan Global Fund to Fight AIDS, TBC dan Malaria. Microsoft pada hari Jumat mengumumkan bahwa salah satu pendiri Bill Gates telah meninggalkan dewan direksi untuk mencurahkan lebih banyak waktu untuk filantropi.JEFF PACHOUD / AFP (JEFF PACHOUD / AFP)

Baca: Tak Banyak Petugas Medis Terpapar Covid-19, Begini Perencanaan Matang Singapura Hadapi Pandemi

Baca: AS-China Saling Tuding, PM Singapura Sempat Berseru Dunia Akan Cari Pemimpin Lain Tangani Covid-19

Melalui akun Twitter pribadinya, Gates menyebut hal ini berbahaya.

"Menghentikan pendanaan WHO selama krisis kesehatan dunia adalah sama bahayanya. Pekerjaan mereka adalah memperlambat penyebaran Covid-19 dan jika mereka berhenti, tidak ada organisasi lain yang bisa menggantikan mereka. Dunia butuh WHO sekarang, lebih dari sebelumnya," tulis Bill Gates di Twitter.

Tak hanya Bill Gates yang menyayangkan aksi yang dilakukan Trump.

Beragam tokoh dari berbagai negara juga menyatakan pentingnya peran WHO saat ini, dan penghentian pendanaan adalah hal yang kurang tepat.

Alasan Trump Hentikan Pendanaan untuk WHO

Trump mengatakan WHO telah gagal menjalankan tugas dasarnya dalam merespon wabah virus corona yang melanda dunia, seperti diberitakan BBC, Rabu (15/4/2020).

Dia menuduh badan kesehatan PBB itu salah mengelola pandemi.

Bahkan orang nomor satu di AS itu juga menyebut WHO memiliki peran dalam menutupi penyebaran virus setelah muncul di China.

Karenanya, menurut Trump, WHO harus bertanggung jawab.





Halaman
12
Editor: haerahr
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Suka Duka Tawa

    Suka Duka Tawa adalah sebuah film drama komedi
  • Film - Caleg by Accident

    Caleg by Accident adalah sebuah film drama Indonesia
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved