Penerapan Lockdown di Afrika Selatan: Kasus Penjarahan, Pencurian, dan Kekerasan Menguat

Di tengah penerapan lockdown, kasus penjarahan, pencurian, dan kekerasan di Afrika Selatan makin menguat.


zoom-inlihat foto
afrika-selatan-demonstrasi-corona-456786867.jpg
Tangkapan Layar News24
Terlihat sejumlah orang berlarian membawa troli berisi barang-barang hasil curian di sebuah supermarket di Afrika Selatan


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sekelompok remaja berusia 16 tahun-an dilaporkan melarikan diri dengan lima mesin kasir, uang, dan bahan makanan setelah menyerbu sebuah supermarket di Gatesville, Athlone, Cape Town, Afrika Selatan, pada Selasa (14/4/2020) sore.

Sesuai konfirmasi polisi, dilaporkan empat orang telah ditangkap.

Kasus penjarahan uang dan makanan di tengah diberlakukannya lockdown merupakan satu dari tiga insiden yang sedang ditelurusi polisi Afrika Selatan dengan menyebarkan anggotanya di sejumlah tempat.

Adapun kasus pencurian, penjarahan, dan kekerasan semakin menguat di tengah penerapan kebijakan lockdown yang memasuki minggu ke-5 di Afrika Selatan.

Baca: Janji Bantuan Makanan saat Lockdown Tak Terwujud, Ratusan Warga Afrika Selatan Bentrok dengan Polisi

Terlihat sejumlah orang menjarah supermarket di Afrika Selatan
Terlihat sejumlah orang menjarah supermarket di Afrika Selatan (Tangkapan Layar (https://www.news24.com/))

Cuplikan foto insiden di supermarket Shoprite, yang berlangsung pada Selasa (14/4) pukul 14.40 waktu setempat menunjukkan banyak orang berlarian dari supermarket membawa keranjang, menaruh barang ke troli, lalu melarikan diri.

Juru Bicara Kepolisian, Brigadir Novela Potelwa menyebut bahwa polisi di wilayah Athlone telah menangkap empat tersangka berusia 21 dan 24 tahun bersama dengan barang curian sebagai bukti.

Sementara itu, di wilayah Manenberg, sekitar 5 km dari lokasi kejadian, kerumunan massa dilaporkan turun ke jalan, masuk ke dua supermarket, dan menjarah sejumlah barang-barang.

"Polisi sedang melakukan operasi untuk menelusuri orang-orang yang mencuri barang," kata Novela Potelwa.

Ratusan warga Afrika Selatan turun ke jalan, melempari batu, membuat barikade dengan membakar ban merespons tak tersalurkan bantuan paket makanan di tengah diberlakukannya lockdown.
Ratusan warga Afrika Selatan turun ke jalan, melempari batu, membuat barikade dengan membakar ban merespons tak tersalurkan bantuan paket makanan di tengah diberlakukannya lockdown. (RODGER BOSCH / AFP)

Krisis di Afrika Selatan

Pemimpin komunitas Western Cape, Afrika Selatan, Albert Fritz mengutuk aksi penjarahan tersebut.

"Saat ini, kita sedang menghadapi krisis kemanusiaan akibat lockdown dan timbulnya tantangan ekonomi, (aksi tersebut) hanya akan memperburuk perekonomian nasional lebih lanjut," katanya.

"Ini adalah perjuangan bagi banyak orang (di Afrika Selatan) untuk bisa makan," imbuhnya.

Fritz menambahkan bahwa pemerintah provinsi telah mengambil sejumlah kebijakan untuk mengirim sebanyak mungkin bantuan.

"Aku harus jelaskan di sini, bahwa tidak ada toleransi untuk aksi penjarahan," tegasnya.

Baca: New York Beri Sinyal Akan Cabut Lockdown COVID-19, Buka Kembali Bisnis dan Sekolah

Terlihat warga Afrika Selatan berlarian di depan kendaraan polisi
Terlihat warga Afrika Selatan berlarian di depan kendaraan polisi (RODGER BOSCH / AFP)

Sementara itu, tiga orang telah ditangkap menyusul protes sporadis yang terjadi di daerah Tafelsig.

"Kerumunan besar massa turun ke jalan sebagai bentuk protes atas tak tersalurkannya paket makanan ke beberapa komunitas warga di Mitchells Plain. Ban dibakar, jalan dibarikade dan polisi dilempari batu, " kata Potelwa.

Potelwa memperingatkan warga lainnya untuk tidak ikut serta dalam aksi yang berpotensi melanggar tindak pidana tersebut.

"Polisi sepenuhnya tak akan ragu untuk mengambil tindakan tegas bagi mereka yang melanggar hukum. Pasukan kami akan tetap berada di lokasi kejadian sampai berhasil memulihkan ketenangan," imbuhnya.

Terlihat sejumlah aparat kepolisian dan kendaraannya berada di jalanan kota Cape Town, Afrika Selatan. Kepolisian dilaporkan menembakkan peluru karet dan gas air mata kepada para demonstran
Terlihat sejumlah aparat kepolisian dan kendaraannya berada di jalanan kota Cape Town, Afrika Selatan. Kepolisian dilaporkan menembakkan peluru karet dan gas air mata kepada para demonstran (RODGER BOSCH / AFP)

Bentrokan Warga dan Polisi

Terjadi bentrokan antara warga dan polisi saat diberlakukannya lockdown di Afrika Selatan.





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Pokun Roxy (2013)

    Pokun Roxy adalah sebuah film horor komedi Indonesia
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved