Menurut Andi Taufan, hal ini dapat dilakukan melalui dukungan secara langsung oleh tim lapangan Amartha yang berada di bawah kepemimpinannya.
Staf khusus minileal Presiden Jokowi itu menjelaskan, dukungan tersebut murni atas dasar kemanusiaan.
Ia menampik jika hal itu menggunakan anggaran Negara, baik APBN ataupun APBD.
Akan tetapi dukungan tersebut, kata Andi mengginakan biaya Amartha serta donasi dari masyarakat.
Andi menjelaskan bahwa biaya tersebut nantinya akan dipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel.
Baca: Tio Pakusadewo Kembali Terjerat Narkoba, Tak Mengelak Saat Polisi Temukan Alat Hisap Sabu
Baca: Dulu Didukung, Kini Tio Pakusadewo Balik Beri Pesan untuk Jefri Nichol yang Terjerat Narkoba
"Saya akan terus membantu pemerintah dalam menangani penyebaran Covid-19.
Bekerja sama dan bergotong royong dengan seluruh masyarakat, baik pemerintah, swasta, lembaga, dan organisasi masyarakat lainnya untuk menanggulangi Covid-19 dengan cepat," papar Andi Taufan.
Dia pun kembali meminta maaf atas suratnya tersebut.
"Sekali lagi terima kasih dan mohon maaf atas kegaduhan dan ketidaknyamanan yang timbul.
Apa pun yang terjadi, saya tetap membantu desa dalam kapasitas dan keterbatasan saya," lanjut dia.
Baca: Tes Kepribadian - Pilih Kotak Harta Karunmu dan Cari Tahu Seberapa Terbuka Anda pada Orang Sekitar
Baca: Sukses dengan Rapid Test, Korea Selatan Bakal Rilis Obat Antibodi untuk Covid-19 pada Tahun 2021
Sebagai Informasi, nama Andi Taufan Garuda Putra diperkenalkan Jokowi di Istana Merdela, Jakarta pada Kamis (21/11/2019) bersama dengan enam staf khusus milenial lainnya.
Andi Taufan Garuda merupakan pendiri sekaligus CEO Amartha.
Amartha merupakan sebuah perusahaan pionir teknologi finansial peer to peer lending yang menghubungakan invstor di perkotaan dengan pengusaha mikro di pedesaan melalui teknologi.
(TribunnewsWiki.com/SO/Kompas.com)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Surati Camat demi Bantu Perusahaan Pribadi Perangi Covid-19, Stafsus Jokowi Minta Maaf"