Linda mengaku kesulitan membiayai orangtua karena tak lagi bekerja.
"Sayang, saya punya orangtua susah dari mana saya mau dapat uang untuk beli kasih orangtua beras," kata Linda.
Linda adalah waria yang berprofesi sebagai tukang cuci dan seterika pakaian, serta menjual dan mengantar nasi kuning ke sekolah.
"Aduh, dengan wabah virus corona ini, aduh lumpuh total memang, tak dapat uang, jadi bagaimana. Semoga wabah ini cepat teratasi," kata Linda.
Sejumlah waria lain juga mengaku salon mulai sepi akibat pandemi corona. "Mau belanja duit ga ada, mau beli beras juga susah, ga ada tamu di salon," kata Ati.
Ema Tote mengaku tak bisa membeli beras sebab tidak ada pemasukan. "Kegiatan masak tidak ada, jadi kita ini dalam rumah terus. Setengah mati, mau beli beras juga uang tidak ada," kata Ema Tote.
Ema Heni yang juga berprofesi sebagai koki di tempat pesta pun mengalami kesulitan yang sama. "Pesta juga tidak ada, dengan corona ni, sudah mau satu bulan lebih tidak ada pesta," kata Ema Heni.
Yanti dan waria lainnya berharap pemerintah dan masyarakat bisa memberikan bantuan sembako bagi waria lansia atau waria yang kehilangan pekerjaannya akibat pandemi corona.
"Tolong kami bantu sembako juga tidak apa apa, orang di rumah mengharapkan kita bawa pualng sembako, tapi kita mau kasih kesana bagaiamana tak ada uang untuk beli sembako. Tolong kasih kami sembako," kata Yanti yang kesulitan membayar listrik dan air.
"Mau bayar lampu, air, beli minyak goreng, minyak tanah, susah setengah mati," keluh Yanti.
Linda benar-benar kuatir dan takut keluar rumah karena bisa tertular corona.
"Saya ini setiap hari takut, keluar rumah juga saya takur, tidur malam juga berdoa, ihh takut. Sekolah tutup te kita tidak bisa dapat uang. Mau dapat uang dari mana beli beras juga tidak bisa," katanya.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar/POSKUPANGWIKI.COM/Novemy Leo)
-
Sebagian besar artikel ini telah tayang sebelumnya dengan judul "Ternyata Inilah Tujuan Fajar Sikka Membantu Para Waria Lansia di Sikka, Provinsi NTT, Indonesia"