Bagi para warga Sherpa dan para pekerja lainnya, aktivitas pendakian di Gunung Everest merupakan satu-satunya lumbung pemasukan mereka.
Sejumlah warga mengaku bahwa dirinya adalah tulang punggung keluarga.
Aktivitas pendakian Gunung Everest yang berlangsung dari April hingga akhir Mei ini merupakan pemasukan utama bagi para warga Sherpa.
Mereka mengaku bahwa pada periode tersebut, mereka dapat memberi makan keluarganya selama setahun penuh.
Setiap pemandu diperkirakan akan menghasilkan antara 5000 hingga 10.000 dollar selama periode pendakian tersebut.
Kebijakan Nepal
Tercatat untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, Nepal menangguhkan izin untuk semua pendakian gunung sejak 12 Maret 2020.
Sejumlah basecamp juga secara efektif menutup kegiatan pendakiannya.
Akibat kebijakan ini, kerugian ditaksir mencapai hampir 4 juta dollar, di mana satu izin pendakian Gunung Everest seharga 11.000 dollar.
Baca: Alasan Anne Avantie Bikin Baju APD Petugas Medis, Ada Andil Sang Ibunda yang Sembuh dari Kanker
Bantuan Masyarakat Internasional untuk Indonesia
Pandemi corona yang berdampak pada ketidakstabilan kondisi kesehatan dan perekonomian masyarakat Indonesia terus meningkat.
Berbagai jenis bantuan baik berupa alat kesehatan hingga donasi terus disalurkan untuk memperkuat 'amunisi perang' terhadap virus corona.
Pada Senin, (6/4/2020), seperti yang diberitakan oleh Kompas TV, di Indonesia tercatat terjadi penambahan sebanyak 218 kasus.
Penambahan tersebut membuat jumlah kasus Covid-19 di Indonesia kini menjadi 2.491 orang.
Dari jumlah tersebut, seperti yang diinformasikan oleh jubir penanganan virus corona, Achmad Yurianto, terdapat 209 kasus pasien yang meninggal dunia.
Sementara itu, 192 pasien lainnya kini dinyatakan telah sembuh dari Covid-19.
Kepedulian masyarakat internasional pada kasus Covid-19 cukup tinggi.
Diinformasikan oleh Achmad Yurianto, pemerintah RI telah menerima sumbangan dari masyarakat di seluruh dunia.
Tak tanggung, bantuan yang diserahkan untuk penanganan Covid-19 di Tanah Air mencapai nominal Rp 82,5 miliar.
Hal tersebut Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Kantor BNPB, Senin (6/4/2020).