Sebuah Penelitian Mengungkapkan Virus Corona dapat Menempel di Masker Wajah hingga Satu Minggu

WHO kini menganjurkan penggunaan masker untuk semua orang di tengah penyebaran pandemi corona


zoom-inlihat foto
warga-beraktivitas-menggunakan-masker-di-kawasan-bundaran-hi-jakarta-terkait-coroba.jpg
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Warga beraktivitas menggunakan masker di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (1/3/2020). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membentuk Tim Tanggap COVID-19 guna mengantispasi penyebaran virus korona di Jakarta pasca telah diterbitkannya Instruksi Gubernur DKI Nomor 16 Tahun 2020 tentang peningkatan kewaspadaan terhadap risiko penularan COVID-19 atau virus Corona di DKI Jakarta. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Hong Kong (HKU) menyebutkan, coronavirus yang menyebabkan Covid-19 dapat menempel pada permukaan stainless stell dan plastik hingga empat hari ke depa, serta di lapisan luar masker wajah selama seminggu.

Dilansir oleh South China Morning Post (SCMP), para peneliti tersebut juga menemukan bahwa disinfektan rumah tangga biasa, termasuk pemutih pakaian, dinilai efektif dalam membunuh virus.

Laporan tersebut diterbitkan dalam jurnal medis The Lancet pada Kamis lalu.

"SARS-CoV-2 bisa sangat stabil di lingkungan yang menguntungkan, tetapi juga rentan terhadap metode desinfeksi standar," kata para peneliti, yang termasuk, dari Sekolah Kesehatan Masyarakat HKU, Leo Poon Lit-man, kepala masyarakat divisi ilmu laboratorium kesehatan, dan Malik Peiris, seorang ahli virologi klinis dan kesehatan masyarakat.

Para staf di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan, China, Sabtu (25/1/2020), menggunakan pelindung khusus, untuk menghindari serangan virus corona yang mematikan.
Para staf di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan, China, Sabtu (25/1/2020), menggunakan pelindung khusus, untuk menghindari serangan virus corona yang mematikan. (AFP/HECTOR RETAMAL)

Para peneliti menguji berapa lama virus tersebut bisa tetap menular pada suhu kamar pada berbagai permukaan.

Pada pencetakan dan kertas tisu, itu berlangsung kurang dari tiga jam, sedangkan pada kayu dan kain yang dirawat seperti sebuah jaket laboratorium kapas standar, dapat hilang pada hari kedua.

Baca: Masyarakat Diimbau Pakai Masker Kain Saat di Luar Rumah, Bisa Tangkal Virus Corona hingga 70 Persen

Baca: Mahalnya Harga Masker di Indonesia Disorot Media Asing: 1 Box Masker N95 Melebihi 1 Gram Emas

Pada gelas dan uang kertas, virus itu masih terlihat pada hari kedua, tetapi sudah lewat pada hari keempat.

Sedangkan pada stainless steel dan plastik, virus itu hadir selama empat hingga tujuh hari.

Yang mengejutkan, menurut para peneliti, masih ada tingkat infeksi yang terdeteksi pada lapisan luar masker wajah bedah setelah tujuh hari.

"Inilah sebabnya mengapa sangat penting jika Anda mengenakan masker bedah, usahakan untuk tidak menyentuh bagian luar masker," kata Peiris.

"Karena Anda dapat mencemari tangan Anda dan jika Anda menyentuh mata Anda, Anda bisa memindahkan virus ke mata Anda."

Pada semua permukaan, konsentrasi virus berkurang cukup cepat dari waktu ke waktu, kata penelitian itu.

Para peneliti itu juga mengatakan bahwa hasil tersebut tidak mencerminkan potensi mengambil virus melalui kontak biasa.

“Karena keberadaan virus dalam penelitian ini terdeteksi oleh alat-alat laboratorium, bukan jari dan tangan seperti halnya dalam kasus sehari-hari kehidupan,” tulis penelitian tersebut.

Baca: Menteri Luhut Sebut Covid-19 Tak Kuat Bertahan di Cuaca Panas Indonesia, Ini Bantahan Ahli dan WHO

Baca: 2 Dokter Prancis Dikritik Setelah Menyarankan Uji Coba Vaksin Covid-19 pada Masyarakat Afrika

Sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti Amerika tentang stabilitas lingkungan dari coronavirus yang diterbitkan bulan lalu dalam jurnal ilmiah Nature juga menyimpulkan bahwa virus tersebut dapat tetap menular pada beberapa permukaan selama berhari-hari.

Mereka menemukan virus tersebut ada di plastik dan baja hingga 72 jam, tetapi tidak bertahan lebih dari empat jam pada tembaga atau 24 jam pada kardus.

Dalam tim tersebut termasuk juga ilmuwan dari Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS.

Temuan dari HKU tersebut menambah pembicaraan tentang kesehatan dan kebersihan masyarakat, dan tindakan pencegahan apa yang harus diambil orang saat membawa barang-barang seperti bahan makanan ke rumah mereka.

Mencuci tangan tetap menjadi yang teratas dalam daftar untuk Poon, yang mengatakan secara teori memungkinkan kaleng makanan untuk membawa cukup virus hidup untuk menyebabkan infeksi, tetapi risiko pasti belum ditetapkan.

"Jika Anda ingin melindungi diri Anda hanya menjaga kebersihan, cuci tangan Anda sering dan cobalah untuk tidak menyentuh wajah Anda, mulut atau hidung Anda tanpa membersihkan terlebih dahulu," katanya.





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Malam 3 Yasinan

    Malam 3 Yasinan adalah sebuah film horor Indonesia
  • Film - Pokun Roxy (2013)

    Pokun Roxy adalah sebuah film horor komedi Indonesia
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved