Walau sudah berusia lanjut dan satu demi satu orang di rumah sakit tempatnya dinyatakan tewas, namun Ada Zanusso tidak menyerah.
Bahkan menurut dokter di sana, kondisi Ada Zanusso lebih baik dari pasien lainnya.
Setelah beberapa hari dirawat dan kondisinya semakin baik, tak lama dia dikonfirmasi negatif virus corona.
Dengan ini, maka Ada Zanusso menjadi orang tertua di dunia yang dinyatakan sembuh dari virus corona.
Menariknya, ini bukan kali pertama Ada Zanusso dikonfirmasi terkena virus mematikan.
Beberapa tahun lalu, ketika terjadi pandemi flu spanyol di dunia, Ada Zanusso juga terinfeksi flu tersebut.
Saat itu, flu Spanyol telah menewaskan sekitar 50 juta di seluruh dunia.
Bahkan hampir 500 juta atau sepertiga populasi dunia terinfeksi.
Kata dokter saat itu, tingkat kematian tertinggi ada pada kelompok usia di bawah 5 tahun, 20-40 tahun, dan 65 tahun ke atas.
Namun Ada berhasil selamat.
Bahkan ia selamat dari dua virus yang pernah menyerangnya yakni virus corona dan flu spanyol.
Selain Ada Zanusso yang berusia 104 tahun, ada beberapa lansia lainnya di dunia yang berhasil sembuh dari virus corona.
Di antaranya Zhang Guangfen dari kota Wuhan, China, dan seorang wanita asal Iran yang tidak disebutkan namanya.
Sementara itu, Rita Reynolds yang disebut sebagai orang tertua di Inggris juga dinyatakan sembuh.
Disebutkan bahwa Rita Reynolds yang berusia 99 tahun, dinyatakan positif bulan lalu dan keluarganya mengkhawatirkan kondisinya karena usianya yang sudah tua.
Baca: Kabur dari Isolasi, Wanita Positif Covid-19 Ini Lempar Cairan dan Ludahi Polisi yang Menangkapnya
Baca: Pernah Kontak dengan PDP Positif, 4 ODP di Banyumas Dijemput Paksa, Tak Patuhi Karantina Mandiri
(Intisari/Mentari DP)(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Farid)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews dengan judul Dulu Sembuh dari Wabah Flu yang Bunuh 50 Juta Orang di Dunia, Kini Nenek Usia 104 Tahun Ini Juga Berhasil Sembuh dari Covid-19
dan di Tribunnews.com dengan judul Nenek Berusia 99 dan 104 Tahun Berhasil Sembuh dari Virus Corona, Ada Harapan Lansia Sembuh Covid-19