TRIBUNNEWSWIKI.COM - Lansia merupakan golongan paling rentan terkena virus corona.
Selain rentan, lansia juga disebut-sebut memiliki persentase sembuh yang minim jika terkena Covid-19 ini.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga memperingatkan bahwa orangtua atau lansia paling berisiko terkena virus ini.
Sebab, virus corona menyerang saluran pernapasan.
Ditambah umumnya para lansia memiliki masalah kesehatan lain yang membuat kondisinya semakin mudah diserang virus corona.
Hal tersebut seperti yang kini terjadi di Italia.
Baca: Tak Ada Kasus Baru di Vietnam, 90 Pasien Sembuh dan Kini Tinggal 150 Pasien Covid-19 yang Dirawat
Baca: Jumlah Kasus Virus Corona New York City Tertinggi di AS, Ratusan Kantong Mayat Penuhi RS
Italia menjadi satu di antara negara dengan kasus virus corona terbanyak di dunia setelah Amerika.
Sebab, Italia memiliki banyak populasi penduduk yang berusia 60 tahun ke atas.
Meskipun sudah banyak lansia yang tekonfimasi kasus corona, apakah mereka masih bisa sembuh?
Jawabannya tentu saja ada.
Bahkan ada yang yang sudah berumur lebih dari 90 tahun yang bisa sembuh dari virus corona ini.
Contohnya adalah Ada Zanusso.
Dilansir dari mirror.co.uk pada Senin (6/4/2020), Ada Zanusso berusia 104 tahun dan berasal dari Italia.
Dilaporkan nenek Ada Zanusso terinfeksi virus corona di panti jompo tempat dia tinggal.
Lokasinya di Biella, Italia utara, di mana di daerah ini ada 20 warga terinfeksi dan meninggal dunia.
Nenek Ada Zanusso pertama kali jatuh sakit pada 17 Maret 2020.
Dia terserang demam serta kesulitan bernapas.
Putranya, Giampiero, merasa curiga dengan kesehatan ibunya karena dia melihat berita mengenai virus corona sudah menyerang seluruh Italia.
Karena kesehatan ibunya tak kunjung membaik, dia lalu membawa Ada Zanusso ke rumah sakit setempat.
Dan di sanalah Ada Zanusso dikonfirmasi positif virus corona.
Baca: Awas! Jangan Menahan Bersin karena Takut Dianggap Idap Covid-19, Bisa Sebabkan Tenggorokan Pecah
Baca: Wanita Muslim India Ini Rela Urungkan Niat Naik Haji, Sumbangkan Uangnya untuk Bantuan Covid-19