Demam Kuning

Demam kuning atau Yellow Fever disebabkan oleh virus yang berasal dari genus Flavivirus dan disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti.


zoom-inlihat foto
dbd3.jpg
pixabay.com
Ilustrasi demam kuning yang ditularkan oleh gigitan nyamuk

Demam kuning atau Yellow Fever disebabkan oleh virus yang berasal dari genus Flavivirus dan disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Demam kuning atau Yellow Fever disebabkan oleh virus yang berasal dari genus Flavivirus dan disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti.

Jenis nyamuk ini berkembang di lingkungan sekitar manusia, bahkan nyamuk Aedes aegypti juga berkembang biak di air bersih.

Nyamuk Aedes aegypti membawa virus demam kuning setelah menggigit manusia atau monyet yang sedang terinfeksi.

Virus kemudian memasuki aliran darah nyamuk dan menetap di kelenjar air liur (saliva) nyamuk.

Ketika nyamuk itu kembali menggigit orang lain, virus akan memasuki tubuh orang tersebut melalui aliran darah dan menyebar di dalam tubuh.

Salah satu gejala dari yellow fever adalah jaundice, atau badan yang tampak kuning, itulah sebabnya mengapa penyakit ini disebut sebagai demam kuning.

Waktu senja hingga fajar merupakan waktu di mana nyamuk Aedes aegypti sedang aktif, sehingga di waktu tersebut penyebaran virus demam kuning paling banyak terjadi.

Demam kuning yang ringan dapat menyebabkan demam, sakit kepala, mual dan muntah.

Namun, demam kuning dapat pula menjadi lebih berat dan serius, yang mampu menyebabkan masalah pada jantung, hati, dan ginjal, yang disertai dengan perdarahan dan jaundice.

Hingga kini, belum ada obat untuk menyembuhkan demam kuning, namun tindakan pencegahan dapat dilakukan dengan mengenakan pakaian tertutup dan vaksinasi. (1)

Baca: Demam Berdarah Dengue (DBD)

Baca: Demam

 

  • Gejala


Gejala demam kuning dapat dilihat berdasarkan tiga fase, yaitu:

Fase inkubasi

Pada masa ini, virus yang masuk ke dalam tubuh belum menimbulkan tanda-tanda atau gejala.

Masa inkubasi berlangsung selama 1-3 hari setelah terinfeksi.

Fase akut

Fase ini terjadi pada hari ke-3 atau ke-4 setelah terinfeksi, dan dapat berlangsung selama 3-4 hari.

Pada fase ini, penderita demam kuning mulai merasakan gejala-gejala yang meliputi:

  • Demam.
  • Pusing.
  • Mata, wajah, atau lidah kemerahan.
  • Sakit kepala.
  • Silau terhadap cahaya.
  • Nafsu makan menurun.
  • Nyeri otot.
  • Mual dan muntah.

Setelah fase akut berakhir, gejala-gejala tersebut akan menghilang.

Sebagian besar orang dapat sembuh dari demam kuning setelah fase ini.

Namun, beberapa orang justru memasuki fase serius dari demam kuning, yaitu fase toksik, setelah 24 jam bebas gejala.

Fase toksik

Pada fase ini, gejala demam kuning dirasakan kembali oleh penderita, dengan gejala yang lebih serius.

Gejala-gejala tersebut meliputi:

  • Kulit dan sklera (bagian putih mata) menguning.
  • Denyut jantung melambat.
  • Nyeri perut.
  • Muntah yang terkadang disertai muntah darah.
  • Mimisan, gusi berdarah, dan perdarahan dari mata.
  • Penurunan jumlah urine dan gagal ginjal.
  • Gagal hati.
  • Penurunan fungsi otak, meliputi delirium, kejang, hingga koma. (2)

Baca: Batuk Berdarah (Hemoptisis)

Baca: Batuk Kronis

  • Penyebab


Demam kuning atau yellow fever disebabkan oleh virus yellow fever yang termasuk dalam kelompok arbovirus.

Virus yellow fever tergolong endemik di Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan Afrika.

Virus ini ditransmisikan melalui nyamuk Aedes dan spesies Haemogogus.

Kedua kelompok nyamuk ini hidup di habitat yang berbeda, yaitu di sekitar pemukiman manusia (domestik), di hutan, atau keduanya.

Nyamuk yang hidup di hutan dapat menularkan virus ke monyet.

Ketika nyamuk menggigit monyet atau manusia yang terinfeksi demam kuning, maka virus akan masuk ke dalam aliran darah nyamuk yang akan bersirkulasi dan menetap di kelenjar ludah.

Ketika nyamuk yang terinfeksi menggigit manusia atau monyet lain, virus kemudian akan memasuki aliran darah inangnya yang dapat menyebabkan sakit demam kuning.

Penduduk di Amerika Selatan, Amerika Tengah, dan Afrika berisiko besar terkena demam kuning.

Tidak hanya itu, orang yang berpergian ke negara-negara tersebut juga berisiko tertular dan membawa penyakit ke daerah asalnya.

Itulah sebabnya, banyak negara mengharuskan warganya yang akan berpergian ke daerah endemik demam kuning untuk divaksinasi terlebih dahulu. (1)

Baca: Aterosklerosis

Baca: Bronkiektasis

  • Diagnosis


Demam kuning kadang-kadang sulit didiagnosis karena gejalanya yang cukup umum dan menyerupai gejala penyakit lainnya, seperti malaria, tifus, dan demam berdarah.

Untuk mendiagnosis penyakit ini dokter akan melakukan beberapa hal, antara lain:

  1. Mengajukan pertanyaan terkait riwayat timbulnya gejala yang dialami pasien, termasuk riwayat bepergian ke daerah lain dan riwayat kesehatan terdahulu.
  2. Melakukan pemeriksaan fisik lengkap dari kepala hingga kaki, termasuk pemeriksaan suhu tubuh dan tekanan darah.
  3. Melakukan tes darah untuk mengetahui keberadaan antibodi tubuh yang muncul saat terinfeksi virus tersebut.

Segera temui dokter ketika Anda merasakan gejala-gejala demam kuning tersebut, terutama setelah atau sedang melakukan kunjungan ke negara-negara yang banyak terjadi penyakit demam kuning, seperti negara di Afrika, serta Amerika Latin dan Kepulauan Karibia. (2)

Baca: Bronkitis

Baca: Pneumonia

  • Pengobatan


Tidak ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit demam kuning, melainkan sistem kekebalan tubuh yang akan membunuh virus tersebut.

Pengobatan dilakukan untuk mendukung sistem kekebalan tubuh dalam menangani gejala yang muncul, antara lain:

  • Memberi tambahan oksigen.
  • Memberikan obat demam dan pereda rasa sakit, seperti paracetamol.
  • Menjaga tekanan darah tidak turun dengan infus cairan.
  • Transfusi darah, bila terjadi anemia akibat perdarahan.
  • Cuci darah jika mengalami gagal ginjal.
  • Pengobatan terhadap infeksi penyerta lainnya yang mungkin terjadi, seperti infeksi bakteri. (2)

  • Pencegahan


Vaksinasi merupakan metode yang paling penting dalam pencegahan demam kuning.

Vaksinasi perlu dilakukan pada populasi berisiko di daerah yang mengalami wabah demam kuning.

Satu kali vaksinasi saja sudah dapat memberikan kekebalan tubuh seumur hidup, tanpa perlu adanya vaksinasi tambahan.

Namun, ada juga laporan mengenai efek samping yang tidak diinginkan dari vaksin ini, meskipun jumlahnya hanya 0,4-0,8 dari 100 ribu orang yang mendapat vaksinasi.

Golongan yang biasanya tidak mendapatkan vaksinasi antara lain:

  • Bayi usia kurang dari 9 bulan, kecuali saat ada kejadian epidemik dimana bayi usia 6-9 bulan memiliki risiko infeksi yang tinggi.
  • Wanita hamil, kecuali saat ada wabah demam kuning dimana risiko infeksinya tinggi.
  • Orang yang alergi protein telur.
  • Orang berusia di atas 60 tahun.
  • Orang dengan sistem imun yang kurang baik karena HIV/AIDS, kemoterapi kanker, kelainan kelenjar timus, dan sebagainya.

Risiko penularan di daerah urban dapat diturunkan dengan memberantas sarang nyamuk pada tempat penampungan air atau tempat lain di mana ada air yang menggenang.

Deteksi dan penanganan demam kuning yang cepat merupakan hal yang penting dalam pengendalian wabah.

WHO menyarankan agar negara yang berisiko mengalami wabah memiliki paling tidak satu laboratorium nasional di mana pemeriksaan darah dasar dapat dilakukan untuk mendeteksi demam kuning. (3)

(Tribunnewswiki.com/Ron)



Nama Demam Kuning
Jenis Penyakit yang disebabkan oleh virus
Daerah wabah Amerika Tengah
Amerika Selatan
Afrika


Sumber :


1. www.sehatq.com
2. www.alodokter.com


Penulis: Ronna Qurrata Ayun




ARTIKEL REKOMENDASI



KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved