TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pembalap Aprilia Andrea Iannone resmi diskor 18 bulan oleh FIM.
Andrea Iannone dianggap menggunakan doping meski mengaku tidak memakainya.
Karena merasa tidak adil, Andrea Iannone akhirnya turut berkomentar tentang hukumannya.
Hal ini sampaikan melalui unggahan di akun Instagram @andreaiannone miliknya.
Pembalap Italia ini mengaku kecewa dengan keputusan FIM.
"Baru kali ini, atlet terbukti tidak bersalah (memakai doping secara sengaja) tetapi mendapat sanksi selama 18 bulan," kata Iannone.
Dilansir dari Motorplus-online.com yang mengutip GPOne pada Jumat (3/4/2020), pembalap ini merasa dirinya tidak memakai doping.
Baca: Andrea Iannone Dihukum 18 Bulan karena Kasus Doping, Bos Aprilia: Harusnya Andrea Dibebaskan
Baca: Bos LCR Honda Lucio Cecchinello Sebut Penundaan MotoGP Bisa Isi Kembali Tenaga Valentino Rossi
Sementara zat-zat yang disebut doping dari hasil tes urine di MotoGP Malaysia 2019 dianggapnya berasal dari makanan, terutama dari daging.
"Ketika kita pergi ke restoran, kita tidak punya pilihan antara daging yang terkontaminasi atau tidak, tidak ada dari kita yang tahu pasti apa yang kita makan," Iannone menambahkan.
"Dalam keputusan ini, ada ketidakkonsistenan antara peraturan dan apa yang kita alami," lanjutnya.
Saat sidang dengar pendapat yang dilakukan di Swiss pada Februari lalu, Iannone sudah mengatakan bahwa zat-zat itu berasal dari makanan.
Namun, FIM tetap memberikan sanksi skorsing atau penangguhan balap pada Iannone selama 18 bulan.
"Mari kita lihat putusan dengan cara yang positif, kepolosan saya diakui, meskipun pada dasarnya kami kalah karena saya diskors selama 18 bulan."
"Kami pasti akan mengajukan banding ke CAS. Tapi itu bisa saja jauh lebih buruk," Iannone mengungkapkan.
Selain itu Iannone juga berterima kasih pada Massimo Rivola, bosnya di tim Aprilia yang selalu mendukung Iannone selama persidangan.
"Lalu aku berterima kasih banyak pada pengacaraku Antonio De Rensis, yang menemaniku seperti ayah dengan anaknya," kata Iannone.
Hukuman ini terhitung lebih ringan karena jaksa ingin Andrea Iannoa dihukum selama 48 bulan atau empat tahun.
Sebelumnya juga beredar isu bahwa Iannone harus meminum obat-obatan setelah operasi plastik yang ia lakukan.
Namun, pembelaan itu tidak berpengaruh pada keputusan pengadilan.
Baca: Empat Momen Kontroversial MotoGP 2019, Pensiunnya Jorge Lorenzo hingga Skandal Doping Andrea Iannone
Baca: Motornya Terbakar saat Tes MotoGP Valencia, Andrea Iannone Marah ke Tim Aprilia
CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, langsung menanggapi hasil yang diberikan kepada pembalapnya tersebut.