Sekitar 300 Orang Meninggal Setelah Meminum Metanol yang Dianggap Dapat Mengobati Virus Corona

Banyak warga Iran yang keliru menganggap bahwa metanol bisa membunuh virus corona atau Covid-19, sehingga mengonsumsinya begitu saja


zoom-inlihat foto
vaksin-covid-19-virus-corona.jpg
pixabay.com
Ilustrasi wabah Covid-19


TRIBUNNEWSWIKI.COM – 300 warga Iran meninggal dunia setelah mengonsumsi metanol, alkohol yang bukan untuk dikonsumsi.

Media lokal Iran juga melaporkan, terdapat lebih dari 1.000 orang jatuh sakit setelah menelan cairan beracun tersebut.

Dilansir oleh Daily Star, banyak warga Iran yang keliru menganggap bahwa metanol bisa membunuh virus corona atau Covid-19, sehingga mengonsumsinya begitu saja.

Penafsiran yang keliru tersebut dipicu oleh adanya informasi menyesatkan yang beredar di media sosial.

Akun media sosial lain di Farsi yang secara salah menganjurkan seorang guru sekolah Inggris dan yang lainnya menyembuhkan diri dari virus dengan wiski dan madu, juga memberi makan keyakinan bahwa alkohol yang tinggi terbukti akan membunuh virus itu.

Karena informasi keliru itu banyak orang berburu minuman beralkohol yang sebetulnya ilegal diperdagangkan di Iran.

Baca: Satu Pertandingan Liga Champions Dituding jadi Bom Biologis Virus Corona, UEFA: Kami Bisa Apa?

Baca: Jumlah Korban Meninggal Akibat Covid-19 Terus Melonjak, Spanyol Ubah Gelanggang Es Jadi Kamar Mayat

Bahkan, tak sedikit yang berburu cairan kimia metanol (methyl alcohol) yang sesungguhnya beracun, dan tidak terbukti memiliki efek menyembuhkan.

Iran sendiri telah mengonfirmasi lebih dari 40 ribu kasus virus corona di wilayahnya, dengan total kematian sebanyak 2.757 hingga Selasa (31/3/2020), berdasarkan laporan worldometers.info.

Meski begitu, para pakar internasional juga khawatir jika Iran mungkin tidak melaporkan seluruh kasus Covid-19 di negaranya.

Knut Erik Hovda, ahli toksikologi klinis yang mempelajari keracunan metanol di Oslo, khawatir wabah Covid-19 di Iran bisa lebih buruk daripada yang dilaporkan.

"Virus ini menyebar dan orang-orang hanya sekarat, dan saya pikir mereka bahkan kurang menyadari fakta bahwa ada bahaya lain di sekitar,” ujarnya.

"Ketika mereka terus minum ini, akan ada lebih banyak orang keracunan."

Media Iran menyiarkan rekaman video dari mereka yang terkena dampak keracunan alkohol yang dirawat di tempat tidur yang dibutuhkan oleh para korban virus corona.

Media juga menunjukkan seorang bocah lelaki berusia 5 tahun yang menjadi buta karena keracunan alkohol.

Rouhani tanggapi kritikan terhadapnya

Iran menjadi salah satu negara yang paling terpukul di dunia akibat virus itu, melaporkan 123 kematian lagi pada hari Minggu dalam 24 jam terakhir.

Sementara itu, Presiden Iran Hassan Rouhani membalas kritikan yang ditujukan padanya.

Rouhani dianggap lamban dalam menghadapi pandemi virus corona yang telah menginfeksi lebih dari 40 ribu orang dikawasan tersebut.

Baca: HOAX, Perdana Menteri Italia Menangis Karena Telat Lockdown, Tenyata Ini yang Sebenarnya

Baca: Persentase Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia Tertinggi Kedua di Dunia

Dilaporkan Aljazeera, Rouhani menggambarkan kemarahan internasional terhadap penanganan pemerintah terhadap wabah COVID-19 di Iran sebagai "perang politik", mengatakan ia harus mempertimbangkan melindungi ekonomi sambil menangani pandemi virus corona.

Para pemimpin di seluruh dunia kini tengah berjuang untuk mencapai keseimbangan antara menahan pandemi dan mencegah ekonomi mereka jatuh.





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved