Lockdown Total, India Dilanda Kekacauan: Ribuan Migran Pulang Jalan Kaki hingga Terbatasnya APD

Belum sampai seminggu Pemerintah menerapkan lockdown di India, kekacauan terjadi dimana-mana. Berikut ulasannya


zoom-inlihat foto
vaksin-covid-19-virus-corona.jpg
pixabay.com
Ilustrasi wabah Covid-19 - Lockdown Total, India Dilanda Kekacauan; Ribuan Migran Pulang Jalan Kaki hingga Terbatasnya APD


Akibatnya banyak buruh kehilangan pekerjaan dan tidak memiliki cukup uang. Sebab di sana upah dibayar secara harian.

Dikutip dari Kompas.com, para buruh tersebut tinggal di apartemen yang sempit.

Mereka bekerja berjam-jam untuk beberapa dollar sehari, dalam kondisi yang kerap tidak aman tanpa jaminan sosial.

Menurut statistik pemerintah India, setiap tahun ada lebih dari 9 juta buruh dari pedesaan yang merantau ke kota untuk mencari pekerjaan. 

Mereka biasanya melamar di bidang konstruksi atau pabrik-pabrik. Bahkan ribuan buruh terpaksa kembali ke desa asal.

Beberapa di antara mereka mungkin membawa virus ke desa-desa yang memiliki sedikit akses ke infrastruktur dasar, termasuk air.

Baca: 7 Langkah Cegah Virus Corona Bagi Orang-Orang yang Terpaksa Bekerja dan Beraktivitas di Luar Rumah

3. Pekerja migran pulang jalan kaki

Kereta dan bus tidak lagi beroperasi saat malam.

Mereka yang tidak dapat tiba tepat waktu tidak mempu lagi hidup di kota-kota tempat mereka bekerja.

Para buruh itu harus rela berjalan sejauh ratusan mil untuk pulang.

Banyak dari mereka tidak memiliki uang untuk membeli makananan beberapa juga tidak dapat menemukan makanan di mana pun.

Kelompok pengemis meninggalkan stasiun di lampu lalu lintas.

Mereka mencoba memasuki koloni yang terjamin keamanannya.

Enam dari mereka tiba di kuil di daerah New Delhi dan memina makanan.

5. Stok APD dan ventilator langka

Dilansir oleh Aljazeera, sejumlah rumah sakit menyatakan kelangkaan stok masker N-95 dan Alat Pelindung Diri (APD). 

Rata-rata jumlah tempat tidur rumah sakit di India adalah 0,7 untuk setiap 100.000 orang. 

Baca: Viral Pengantin Pakai Masker dan Jas Hujan Saat Akad Nikah, Begini yang Disebut Social Distancing

Jauh lebih sedikit dari negara seperti Korea Selatan (6 per 100.000) yang sanggup membendung penyebaran virus. 

Ventilator (alat bantu pernapasan) di India juga terbatas. Ada hampir 100.000 ventilator, tapi sebagian besar dimiliki rumah sakit swasta dan sudah dipakai pasien dengan penyakit kritis. 

Pada Jumat (27/3/2020) pemerintah mengatakan akan mengimpor 10.000 ventilator, tapi beberapa laporan menyarankan India sebaiknya menyediakan 70.000 ventilator. (TribunnewsWiki.com/SO)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Musuh dalam Selimut

    Musuh dalam Selimut adalah sebuah film drama romansa
  • Film - Sanubari Jakarta (2012)

    Sanubari Jakarta adalah film drama omnibus Indonesia yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved