Hari Ini dalam Sejarah, 26 Maret 1969: Aksi Massa Perempuan Antiperang Digelar di Washington DC AS

Pada 26 Maret 1969, kelompok Women Strike for Peace melakukan demonstrasi anti-perang di Washingto D.C, Amerika Serikat


zoom-inlihat foto
women-strike-for-peace.jpg
Eugene Gordon—The New York Historical Society / Getty Images by Time.com
Pada 26 Maret 1969, kelompok Women Strike for Peace melakukan demonstrasi anti-perang di Washingto D.C, Amerika Serikat

Pada 26 Maret 1969, kelompok Women Strike for Peace melakukan demonstrasi anti-perang di Washingto D.C, Amerika Serikat




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Hari ini dalam sejarah, 26 Maret 1969, sebuah aksi massa perempuan antiperang dilakukan oleh massa di Washington DC.

Demonstrasi digelar oleh sebuah kelompok yang bernama Aksi Perempuan untuk Kedamaian / Women Strike for Peace (WSP) di Washington D.C., Amerika Serikat.

Aksi massa ini merupakan demonstrasi anti-perang besar pertama sejak pelantikan Presiden AS, Richard Nixon pada Januari 1969.

Gerakan anti-perang ini pada awalnya memberikan kesempatan Nixon untuk memperbaiki janji kampanyenya mengakhiri perang di Vietnam

Namun, semakin jelas bahwa Nixon dinilai tak memiliki solusi yang cepat.

Ketika pertempuran terus berlangsung, gerakan dan sentimen anti-perang atas kebijakan presiden terus meningkat. [1]

Baca: Hari Ini Dalam Sejarah, 25 Maret 1967: Martin Luther King Jr Pimpin Aksi Damai Anti-Perang Vietnam

Kelompok wanita dari Women Strike for Peace memegang papan tuntutan yang berkaitan dengan krisis misil Kuba dan perdamaian. Women Strike for Peace (WSP, juga dikenal sebagai Women for Peace) adalah kelompok aktivis perdamaian wanita Amerika Serikat. Kelompok ini didirikan oleh Bella Abzug dan Dagmar Wilson, dan pada awalnya bagian dari gerakan pelarangan uji coba nuklir
Kelompok wanita dari Women Strike for Peace memegang papan tuntutan yang berkaitan dengan krisis misil Kuba dan perdamaian. Women Strike for Peace (WSP, juga dikenal sebagai Women for Peace) adalah kelompok aktivis perdamaian wanita Amerika Serikat. Kelompok ini didirikan oleh Bella Abzug dan Dagmar Wilson, dan pada awalnya bagian dari gerakan pelarangan uji coba nuklir ". (Wikimedia)

  • Mengenal WSP


Women Strike for Peace adalah organisasi aktivis perdamaian perempuan di Amerika Serikat. 

Tuntutan WSP beberapa diantaranya adalah tuntutan anti-perang, anti-nuklir.

Pada tahun 1961, mendekati puncak Perang Dingin, sekitar 50.000 perempuan berbaris di 60 kota di seluruh Amerika Serikat untuk berdemonstrasi menentang pengujian senjata nuklir.

Gerakan adalah protes perdamaian perempuan nasional terbesar selama abad ke-20.

Kelompok ini didirikan oleh Bella Abzug dan Dagmar Wilson, dan pada awalnya bagian dari gerakan pelarangan uji coba nuklir .

Aksi kelompok lain dipimpin oleh Dagmar Wilson, ketika sekitar 1.500 perempuan berkumpul di depan Monumen Washington sementara Presiden John F. Kennedy menyaksikan dari Gedung Putih.

Aksi ini kemudian mempengaruhi dan "mendorong Amerika Serikat dan Uni Soviet untuk menandatangani perjanjian larangan uji coba nuklir dua tahun kemudian". [2]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah, 24 Maret 1989, Tanker 11 Juta Galon Minyak Exxon Tumpah di Laut Alaska AS

Foto tanggal 21 Januari 1971
Foto tanggal 21 Januari 1971 (https://www.swarthmore.edu/)

  • Demonstrasi AntiPerang Lainnya


Pada tanggal 25 Maret 1967, Pendeta Martin Luther King, Jr memimpin aksi damai dengan tuntutan 'anti-perang' di jalanan Chicago, Amerika Serikat.

Aksi ini ditujukan kepada pemerintah Amerika Serikat yang saat itu dinilai terlibat dalam perang Vietnam.

Martin Luther King Jr membawa sekitar 5000 orang ke jalan dan melakukan pawai demonstrasi secara damai.

Dalam pidatonya kepada peserta aksi, King menyatakan bahwa Perang Vietnam adalah "penistaan terhadap semua yang diperjuangkan Amerika".

Selain keberatan moralnya terhadap perang, King Jr berpendapat bahwa perang seharusnya diganti dengan memberikan uang dan perhatian ke program domestik untuk membantu kaum miskin kulit hitam.

King Jr juga sangat dikritik oleh para pemimpin hak-hak sipil terkemuka lainnya karena berusaha menghubungkan hak-hak sipil dan gerakan anti-perang.

Pada dasarnya, King Jr sudah sejak lama menentang keterlibatan Amerika dalam Perang Vietnam

Namun pada awal pidatonya, ia menghindari topik-topik tersebut untuk menjauhkan dirinya dari sentimen sesama pejuang hak sipil yang pro terhadap kebijakan perang Presiden AS, Johnson.

Pendirian yang kuat membawa King Jr terus berlanjut pada sikap anti-perang.

Atas desakan sejumlah organisasi se-ide, King Jr secara terbuka setuju menentang kebijakan perang Amerika dan berada pada garis oposisi di antara masyarakat. [3]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Fisikawan Christiaan Huygens Menemukan Titan, Satelit Terbesar Saturnus

Foto protes 19 Desember 1972
Foto protes 19 Desember 1972 (https://www.swarthmore.edu/)

-

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)



Informasi Detail
Nama Hari Ini Dalam Sejarah
Tanggal 26 Maret 1969
Peristiwa Demonstrasi besar Women Strike for Peace menolak kebijakan perang
   








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved