Saat ini Iran adalah negara di Timur Tengah paling terdampak akibat wabah Covid-19.
Jumlah infeksi di Iran sudah mencapai lebih dari 27.000 orang, sebut pejabat kesehatan di Iran beberapa waktu lalu.
Lebih dari 2.000 orang tewas di Iran setelah terinfeksi Covid-19, dengan rasio kematian 1 orang setiap 10 menit.
Pemimpin tertinggi di Iran yang dijadwalkan berbicara pada perayaan tahun baru di Teheran telah dibatalkan akibat wabah menyerang negara tersebut.
Lebih dari 100 orang tewas hanya dalam waktu 24 jam, menjadikannya negara dengan jumlah kematian tertinggi setelah China.
AS sendiri berulang kali menawarkan bantuan ke Iran namun ditolak.
Brian Hook pewakilan AS untuk Iran menawarkan catatan diplomatik ke Teheran, namun mereka dengan cepat merespon penolakan.
Sementara di AS situasinya juga tak jauh berbeda dengan Iran, dilaporkan 26.000 terinfeksi virus corona, dan 348 orang meninggal.
Baik Iran dan AS telah memutuskan untuk menghentikan spekulasi perang, karena kedua negara berada dalam masalah yang sama akibat Covid-19.
Baca: Setelah Mekkah, Kini Makam Suci Imam Reza Iran Ditutup dari Aktivitas Ziarah, Dampak Corona
Baca: Kapan Batuk dan Sesak Napas Muncul sebagai Gejala Virus Corona? Ini Penjelasannya dari Hari ke Hari
(Intisari/Afif Khoirul M)(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Farid)
Artikel ini telah tayang di Intisari dengan judul "Negaranya Babak Belur Akibat Covid-19, Iran Marah Besar Pada Amerika Serikat, 'Hari Ini Musuh Iran Paling Menyeramkan Adalah AS'"