Perlu diketahui, banyak negara kaya di dunia telah berani menggelontorkan anggaran sebesar triliunan dolar AS untuk menangani dampak ekonomi dari pandemi corona.
Terlebih kini mulai dirasakan adanya kondisi perekonomian global ke arah resesi.
Inggris saat ini telah menyiapkan paket stimulus senilai USD 400 miliar atau setara Rp 6.200 triliun.
Sementara Amerika Serikat (AS) juga mengajukan paket stimulus sebesar USD 1 triliun.
Meskipun paket tersebut baru saja terganjal restu dari Senat AS karena dinilai tidak merepresentasikan dukungan ekonomi terhadap kaum buruh.
Kemudian disusul oleh Prancis yang menganggarkan USD 50 miliar untuk menyelamatkan perekonomian negaranya dari jurang kehancuran akibat pandemi corona.
Tak hanya itu, Turki pun telah menggelontorkan paket stimulus ekonomi senilai 100 miliar Lira Turki atau setara USD 15,4 miliar dan jika dirupiahkan mencapai Rp 250 triliun.
Update kasus corona global dan di Indonesia
Hingga Selasa (24/3/2020), tercatat jumlah pasien terinfeksi penyakit Covid-19 yang disebabkan oleh virus corona tembus pada angka 378.601 kasus di seluruh dunia.
Dari angka tersebut, 100.982 orang pasien telah dinyatakan sembuh dan jumlah korban meninggal dunia mencapai 16.505 orang.
Sementara di Indonesia, per Senin (23/3/2020), kasus orang yang terinfeksi virus corona bertambah menjadi 579.
Dari angka tersebut, 49 pasien dinyatakan meninggal dunia karena Cobid-19.
Sedangkan jumlah pasien yang telah sembuh berjumlah 30 orang.
Baca: Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana Positif Covid-19, Ini Riwayat Perjalanan Sebelumnya
Baca: Positif Terinfeksi Corona Sejak Pekan Lalu, Guru Besar Farmakologi UGM Meninggal Dunia
Baca: Waspada Gejala Baru Virus Corona, Kehilangan Kemampuan Mencium Bau dan Mengecap Rasa
(TRIBUNNEWSWIKI/Magi, TRIBUNNEWS/Fitri Wulandari)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Pemerintah Perlu Pangkas Gaji dan Tunjangan Pejabat untuk Tambah Anggaran Corona"