TRIBUNNEWSWIKI.COM - Beredar alat deteksi cepat virus corona atau rapid test Covid-19 yang kini dijual di toko online.
Saat ditelusuri TribunnewsWiki, terdapat beberapa oknum yang menjual alat tes virus corona atau Covid-19 melalui e-commerce.
Alat tes virus corona tersebut dijual dengan berbagai varian harga.
Harga yang dijual mulai dari Rp 200 ribu hingga Rp 900 ribu.
Bahkan, dalam deskripsi produk menjelaskan produk tersebut akan tersedia pada awal April 2020.
Selain itu dijelaskan produk tersebut memiliki akurasi 95%.
Menanggapi hal tersebut, Achmad Yurianto selaku Juru Bicara Pemerintah penanganan virus corona menegaskan bahwa alat tes corona atau rapid test Covid-19 yang dijual secara online merupakan barang ilegal.
Dikutip dari Kompas.com, alat rapid test Covid-19 belum memiliki izin registrasi untuk diedarkan di Indonesia.
Baca: Update Pasien Virus Corona 24 Maret: 100.982 Pasien Sembuh,16.505 Meninggal, Total 378.601 Kasus
"Rapid test belum ada izin registrasi untuk edar Indonesia. Jadi kalau ada yang jualan, itu barang gelap," ujar Yuri.
Di samping itu, Achmad Yurianto juga mengatakan alat tes corona atau rapid test Covid-19 dianggap tidak memiliki izin edar.
"Ini kan jangan sampai muncul mafia-mafia kaya masker dan sebagainya. Makanya kita enggak akan kasih izin edar selama tanggap darurat ini supaya rakyat bisa dapat dengan gratis. Pemerintah akan beli satu juta kok," kata Yuri pada Kompas.com, Senin (23/3/2020) malam.
Baca: Pemerintah Gandeng Aplikasi Halodoc untuk Lakukan Konsultasi Online Sebelum Jalani Rapid Test
Baca: Inilah Perbedaan Antara Rapid Test dengan Tes Corona yang Menggunakan Spesimen Saliva
Yuri mengatakan orang yang menjual dan membeli alat tersebut bisa dikenakan sanksi karena telah membeli barang ilegal.
Saat ini pemerintah tengah menangani wabah virus corona atau Covid-19 dan telah menyiapkan rapid test Covid-19 untuk masyarakat Indonesia.
Hal tersebut dilakukan agar masyarakat bisa mendapatkan pemeriksaan Covid-19 secara gratis.
"Sekarang dimonopoli pemerintah supaya tidak ada jual beli. Dan rakyat bisa dilayani gratis," ucap Yuri.
Diketahui, pemerintah telah menyiapkan sebanyak 125.000 alat untuk melakukan rapid test.
"Untuk saat ini ada 125.000 kit pemeriksaan cepat yang akan kita bagikan ke seluruh Indonesia, dan kita mulai bergerak di hari ini," kata Yuri.
Alat tes corona atau rapid test Covid-19 tersebut didatangkan dari China dan telah tiba di Indonesia pada Minggu (22/3/2020).
Rapid tes kit tersebut diangkut menggunakan pesawat Hercules C130 milik TNI Angkatan Udara.
Baca: BUMN Pesan 500 Ribu Alat Tes Canggih, 15 Menit Bisa Deteksi Corona: Masih Tunggu Izin Kemenkes
Baca: Kantongi Izin Kemenkes, Alat Rapid Test Corona Tiba di Indonesia: Bakal Disalurkan ke RS Rujukan
Nantinya, rapid test kit itu akan didistribusikan ke daerah sebaran pasien positif corona di Indonesia.