TRIBUNNEWSWIKI.COM – Jumlah kasus corona di Indonesia terus bertambah.
Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto mengatakan jumlah pasien yang meninggal akibat virus corona juga bertambah.
Hingga Kamis (19/3/2020) pasien positif Covid-19 yang meninggal sebanyak 25 orang.
DKI Jakarta menjadi area terbanyak dengan jumlah pasien meninggal sebanyak 17 orang.
Baca: Konsumsi 5 Jus Buah Ini untuk Tingkatkan Daya Tahan Tubuh, Cegah Penularan Virus Corona
Baca: Penanganan Covid-19, Jokowi Ingatkan Warga Agar Tidak Liburan : Berisiko Sebarkan Corona!
"Kita lihat dari kematian yang kemarin di Bali 1, Banten 1, kemudian DKI Jakarta menjadi 17,
Kemudian Jawa Barat 1, Jawa Tengah 3, Jawa Timur 1, dan Sumatera Utara 1.
Maka total kasus kematian adalah 25 orang," kata Yuri dalan konferensi persnya, di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (19/3/2020) seperti dikutip dari Kompas.com.
Baca: Prakiraan Cuaca Jumat, 20 Maret 2020 di 33 Kota Besar, 3 Wilayah Diprediksi Hujan Disertai Petir
Baca: Kasus Positif Corona di Indonesia Bertambah 82 Orang,Penderita Covid-19 di Indonesia Menjadi 309
Yurianto menurutkan, tercatat 309 kasus positif Covid-19 di Indonesia.
"Total kasus pada hari ini adalah 309 orang," ucap Yurianto.
Kemarin, pemerintah mengumumkan ada 227 kasus Covid-19 di Indonesia.
Dengan demikian ada penambahan 82 kasus baru.
Baca: Chord Kunci Gitar Embah Dukun oleh Alam, Ada Embah Dukun Sedang Ngobati Pasiennya
Baca: RSUD Pasar Minggu
Penambahan itu terhitung sejak Rabu (18/3/2020) pukul 12.00 WIB hingga Kamis (19/3/2020) pukul 12.00 WIB.
Sedangkan pasien meninggal sebanyak 25 orang, angka kematian di Indonesia mencapai 8 persen.
Meski demikian, Yuri mengatakan bahwa angka tersebut bersifat dinamis.
Sebab pasien positif bisa bertambah dan diharapkan pasien yang meninggal dapat ditekan.
Baca: BUMN Pesan 500 Ribu Alat Tes Canggih, 15 Menit Bisa Deteksi Corona: Masih Tunggu Izin Kemenkes
Baca: Update Corona - 19 Maret 2020: Total 84.121 Pasien Sembuh, 8.810 Orang Meninggal dari 218.824 Kasus.
"Mudah-mudahan tidak ada lagi kasus yang meninggal.
Artinya persentase ini adalah angka yang posisi pada hari ini angka yang dinamis dan setiap saat pasti akan berubah," ucapnya.
Sebelumnya Yuri mengungkapkan, jumlah pasien penderita virus corona yang sembuh terus bertambah.
Kata dia, sampai dengan Kamis ini, sudah ada 15 orang yang telah dinyatakan sembuh.
“Total keseluruhan kasus yang sembuh adalah 15 orang,” ujar Yuri.
Tes covid-19 massal
Pemerintah Indonesia belum mengambil kebijakan untuk Lockdown atau penguncian.
Namun Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan untuk segera dilaksanakan rapid test virus corona (Covid-19) massal di Indonesia.
Langkah ini guna mendeteksi secara dini yang yang terpapar Covid-19.
"Segera lakukan rapid test dengan cakupan lebih besar," ujar Presiden Jokowi dalam rapat terbatas melalui telekonferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (19/3/2020) seperti dikutip dari Kompas.com.
Baca: Tidak Memilih Lockdown, Jokowi Pilih Menggelar Test Covid-19 Secara Massal
Baca: Eka Kurniawan
"Agar deteksi dini indikasi awal seseorang terpapar Covid-19 bisa dilakukan," lanjut dia.
Presiden Jokowi turut meminta Kementerian Kesehatan segera memperbanyak alat tes sekaligus tempat tes.
Hal ini guna kelancaran rapid tes Covid-19.
Tidak hanya Kemenkes, Jokowi juga meminta pelibatan sejumlah unsur, mulai dari rumah sakit pemerintah, BUMN, TNI-Polri, hingga swasta demi kelancaran rapid test massal itu.
Baca: Untuk Pertama Kalinya China Laporkan Nol Kasus Baru Virus Corona yang Berasal dari Transmisi Lokal
Baca: Apple Luncurkan iPad Pro 2020 dengan Kamera Ultrawide, Berikut Harga & Spesifikasi Lengkapnya
Bahkan, Presiden Jokowi juga membuka peluang bagi lembaga riset dan perguruan tinggi untuk juga bisa terlibat.
"Lembaga riset dan pendidikan tinggi yang mendapatkan rekomendasi dari Kemenkes," kata dia.
Baca: Soal Antrean Panjang di Halte, Anies: Penumpang TransJakarta Turun Drastis dari 1 Juta Jadi 200 Ribu
Baca: Omed-Omedan Bali Tetap Digelar di Tengah Wabah Corona, Akhirnya Hanya Libatkan 3 Pasang Seka Teruna
Seiring dengan akan berjalannya rapid test Covid-19, Presiden Jokowi sekaligus meminta jajarannya menyiapkan protokol kesehatan yang jelas dan mudah dipahami masyarakat.
"Ini penting sekali terkait dengan hasil rapid test ini, apakah dengan karantina mandiri, self isolation, ataupun memerlukan layanan RS," kata Jokowi..
(TribunnewsWiki.com/Saradita/Kompas.com)