TRIBUNNEWSWIKI.COM - Virus Corona menyebar ke seluruh penjuru dunia membuat orang waspada dan panik.
Salah satu hal yang dapat dilakukan agar terhindar dari paparan Virus Corona disarankan untuk menjaga kesehatan dan kebersihan.
Selain itu, penerapan social distancing atau penjarakan sosial juga dianggap ampun untuk menurunkan penyebaran virus dengan nama resmi Covid-19 ini.
Sejumlah wilayah bahkan melakukan langkah ekstren dengan istilah lockdown, yang menyebabkan mobilitas orang-orang yang tinggal di wilayah tersebut kian sempit.
Tak heran, banyak yang melakukan panic buying, atau berbelanja kebutuhan pokok dengan jumlah banyak.
Momen ini juga dimanfaatkan oleh oknum yang memiliki niat tidak baik.
Tak sedikit yang membeli dengan jumlah banyak untuk ditimbun dan dijual kembali dengan dengan harga selangit.
Misalnya, hand sanitizer dan masker yang kini menjadi barang langka karena diburu banyak orang.
Padahal ada ancaman pidana bagi orang-orang yang kedapatan menimbun barang langka tersebut.
Dilansir TribunPalu.com, salah satu kisah apes datang dari oknum penimbun hand sanitizer di Amerika Serikat.
Dua kakak beradik bernama Matt Colvin dan Noah Colvin ini menjadi viral setelah ketahuan menimbun 17.700 botol hand sanitizer demi memperoleh keuntungan yang besar.
Baca: Ikut Berperan Melawan Corona, FKUI Buat 420 Liter Hand Sanitizer untuk Dibagikan ke Masyarakat
Diceritakan dalam artikel New York Times dengan judul 'He has 17.700 Bottles of Hand Sanitizer an Nowhere to Sell Them', Matt dan Noah kebingungan kemana harus menjual puluhan ribu botol hand sanitizer tersebut.
Mulanya, Matt Colvin bercerita jika sang kakak berkendara mengelilingi Tennessee dan Kentucky untuk membeli hand sanitizer dan tisu antibakteri di berbagai toko.
Sementara, Matt berada di rumahnya untuk mengunggah produk timbunanannya di e-commerce kenamaan, Amazon.
Tak cukup menimbun, Matt dan Noah memasang harga selangit, yakni sekitar 8 hingga 70 dollar Amerika Serikat atau setara dengan Rp120 ribu hingga Rp1 juta.
Jelas harga tersebut tidak wajar jika dibandingkan dengan harga eceran tertinggi yang disarankan.
Normalnya, sebotol hand sanitizer dengan ukuran 50 ml hanya berkisah Rp20 ribu hingga Rp30 ribu.
Keculasan Matt dan Noah ini akhirnya terendus juga oleh Amazon.
Belum ludes barang dagangannya, e-commerce ini berhasil melacak adanya modus memanfaatkan wabah corona untuk penggelembungan harga produk.
Amazon pun bertindak tegas dengan memberikan suspend dan melarang lapak Matt dan Noah untuk berjualan lagi.