- Detak jantung yang berdetak kencang.
- Pusing.
- Berkeringat.
- Mual.
- Nyeri dada.
- Sesak nafas.
- Gejolak panas.
- Menggigil.
- Kesemutan.
- Mulut kering.
- Sering ingin pergi ke toilet.
- Telinga berdenging.
- Perasaan takut atau takut sekarat.
- Perut terkocok.
- Jari-jari kesemutan, hingga
- merasa seperti tidak terhubung dengan tubuh.
Dr Martina Paglia dari Klinik Psikolog Internasional menjelaskan kepada Metro bahwa kondisi ini biasa terjadi, di mana orang-orang merasakan gejala mirip virus corona karena kepanikan atas situasi di sekitarnya.
Orang-orang tersebut sangat khawatir dengan ketidakpastian seputar virus corona di sekitarnya, sehingga mereka seolah meyakinkan diri mereka sendiri bahwa kemunculan corona hanya menjadi masalah waktu.
Paglia menambahkan, pikiran tidak dapat membedakan antara bahaya nyata dan bahaya yang dirasakan.
Ketika kita merasa terancam dan rentan, adrenalin mengalir ke seluruh tubuh, menyebabkan peningkatan kecemasan dan seringkali juga diikuti dengan gejala nyeri dada, sesak napas, dan merasa kepanasan.
Baca: Resmi, Euro 2020 dan Copa America 2020 Ditunda Sampai 2021, Dampak Pandemi Corona
Baca: Gara-gara Virus Corona, Harta Kekayaan Bos Djarum Budi Hartono Lenyap Rp 71,3 Triliun