Panik dan Tak Tenang Hadapi Corona? Hati-hati Pengaruhi Imunitas Tubuh, Ini Penjelasan Dokter

Masyarakat diimbau untuk mengurangi aktifitas di luar rumah guna meminimalisir penyebaran virus dan tetap bersikap tenang


zoom-inlihat foto
ilustrasi-orang-sedang-panik.jpg
Kompas.com
Ilustrasi orang sedang panik


Ketika seseorang mengalami stres, maka otak akan memproduksi katekolamin yang berefek pada peningkatan tekanan darah, percepatan laju nafas, dan sebagainya.

Ilustrasi stres
Ilustrasi stres (freepik.com)

Sehingga menurut dr Gina, stres yang terjadi berkepanjangan akan membuat katekolamin menekan sistem imun.

Ini menyebabkan risiko terkena infeksi virus maupun kuman akan meningkat karena imun yang lemah.

"Konsep ini perlu kita yakini dulu baru kita bisa bersepakat bahwa pikiran kita memengaruhi kerja otak dan tubuh secara keseluruhan," kata dia.

"Segala pikiran yang timbul dalam kepala kita berkaitan dengan neurotransmitter zat kimia di otak tertentu.

Ketika kita berpikir positif, maka otak akan merilis serotonin dalam jumlah yang banyak dan menurunkan produksi kortisol atau ‘hormon stres’.

Ketika serotonin beredar dalam jumlah yang cukup, maka seseorang akan lebih rileks, fokus, dan tenang," papar dia.

"Dalam keadaan demikian, denyut jantung dan pernafasan akan berlangsung teratur dan aliran darah lancar, begitu juga produksi sistem imun akan berlangsung baik," pungkasnya.

Ciri-ciri Fisik Serangan Panik, Punya Kemiripan dengan Gejala Virus Corona

Saat merasakan gejala seperti berkeringat, sulit bernapas, mulut kering, jangan langsung memberi kesimpulan bahwa hal tersebut adalah gejala virus corona.

Pasalnya, kamu bisa saja yang kamu alami adalah serangan panik (panic attack).

Munculnya kepanikan di tengah wabah virus corona merupakan sebuah hal wajar yang bisa saja terjadi.

Hal itu lantaran kita semua berada pada masa penuh dengan infomasi tentang hal-hal yang terjadi dan akan terjadi selanjutnya.

Kita barangkali dengan mudah mengenali rasa kekhawatiran kita akan virus corona.

Meski demikian, belum tentu kita bisa dengan mudah mengidentifikasi tanda-tanda fisik dari serangan panik, yang sayangnya, memang mirip dengan gejala virus corona.

Baca: Bantu Afrika Atasi Virus Corona, Jack Ma Sumbang Jutaan Masker, Alat Tes, hingga APD

Baca: Pasien Corona Meningkat, Wishnutama Imbau Masyarakat Tetap di Rumah demi Cegah Penyebaran Covid-19

Ini bisa menjadi sebuah siklus.

Saat kita takut pada virus corona, tubuh akan memprosesnya dan mengeluarkan gejala mirip virus corona, yang nanti akan kamu simpulkan sebagai gejala virus corona.

Kondisi ini akan memicu gejala kepanikan yang lebih parah, dan begitu seterusnya.

Beberapa gejala awal virus corona antara lain demam, batuk kering, sulit bernapas, dan sakit tenggorokan.

Sementara gejala serangan panik menurut National Health Service (NHS), dikutip dari Kompas.com :





Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Kamu Harus Mati

    Kamu Harus Mati adalah sebuah film misteri yang
  • Film - Keluarga Suami Adalah

    Keluarga Suami Adalah Hama adalah sebuah film drama
  • Boah Sartika

    Lahir pada 8 Maret 2000, perjalanan Boah Sartika
  • Film - Gudang Merica (2026)

    Gudang Merica adalah sebuah film horor komedi Indonesia
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved