TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pasien Virus Corona di Italia yang berusia 80 atau lebih tidak akan menerima perawatan intensif jika kondisi mereka memburuk (kritis).
Ini merupakan rencana darurat yang akan diberlakukan di Turin Italia, jika ada terlalu banyak pasien.
"Akan diterapkan kriteria untuk akses ke perawatan intensif," bunyi Rencana yang disusun oleh pejabat perlindungan sipil kota tersebut.
Daily Mail mengutip Daily Telegraph, dokumen ini mengusulkan bahwa ada syarat tertentu pasien virus corona untuk mendapat perawatan intensif, yakni 'harus mencakup usia kurang dari 80'.
Para dokter telah membuat keputusan hidup atau mati tentang siapa yang dapat dirawat dan siapa yang akan 'dibiarkan mati', seperti diberitakan Daily Mail, Selasa (17/3/2020).
Seorang dokter mengatakan nasib seorang pasien 'ditentukan berdasarkan usia dan kondisi kesehatannya'
"Beginilah keadaannya dalam perang," tambahnya.
Baca: Jumlah Kasus Positif Corona Bertambah 38 Orang, Total Pasien Covid-19 di Indonesia Menjadi 172
Perdana Menteri Giuseppe Conte bahkan memperingatkan bahwa negara itu memasuki 'minggu paling berisiko' dan ia memberi isyarat 'kita belum mencapai puncaknya'.
Menurut dokumen perencanaan itu, kondisi kesehatan pasien juga akan diperhitungkan ketika mereka ditempatkan dalam perawatan intensif, .
Dokter juga akan mempertimbangkan apakah mereka akan pulih jika mereka dibawa ke rumah sakit dalam keadaan darurat.
"Jika tidak memungkinkan untuk menyediakan layanan perawatan intensif untuk semua pasien, jadi akan diperlukan untuk menerapkan kriteria untuk dapat perawatan intensif, ini tergantung pada sumber daya terbatas yang tersedia," kata dokumen itu.
Pejabat setempat mengakui bahwa rencana tersebut akan memaksa rumah sakit untuk 'fokus pada kasus-kasus di mana rasio biaya / manfaat lebih menguntungkan untuk perawatan klinis'.
Petugas medis Italia telah menggambarkan bagaimana rumah sakit 'kewalahan' oleh krisis kesehatan ini, dan Italia mendapat wabah terburuk, dibanding negara di Eropa lainnya.
Baca: Bantu Lawan Corona, China Kirim Paramedis dan 30 Set ICU ke Roma: Italia Tak Sendirian Malam Ini
Turin adalah bagian dari wilayah Piedmont, yang bertetangga dengan Lombardy di mana banyak kasus virus corona ditemukan di wilayah itu.
Gubernur Lombardy Attilio Fontana mengatakan situasi di daerah sekitar Milan 'semakin buruk'.
"Kami hampir mencapai titik di mana kami tidak akan lagi dapat membantu orang yang sekarat karena kami akan kehabisan tempat di unit perawatan intensif," kata Fontana kepada Sky TG24.
"Kami membutuhkan mesin yang digunakan untuk ventilasi paru-paru, respirator buatan yang sayangnya tidak dapat kami temukan di sini," kata Fontana.
Walikota Milan Beppe Sala mengatakan dia telah berhasil mengamankan pengiriman masker dari China untuk membantu kebutuhan masker yang terus meningkat.
"Milan selalu memiliki hubungan yang sangat baik dengan kota-kota utama Cina dan saya melakukan beberapa panggilan telepon selama beberapa hari terakhir untuk mencari masker," kata walikota Milan.
"Pengiriman pertama tiba (Jumat) dan sekarang kami akan mendistribusikannya ke dokter, dan ke staf kami."