Kemudian, spesimen yang diterima tidak hanya satu, namun minimal diambil tiga spesimen dari 1 pasien.
Pemeriksaan Spesimen
Selanjutnya yaitu spesimen yang diterima oleh lab Balitbangkes akan diuji dan di-ekstrasi untuk diambil RNA-nya.
RNA merupakan senyawa kompleks dengan berat molekul tinggi yang berfungsi dalam sintesis protein seluler dan berfungsi menggantikan DNA sebagai pembawa kode genetik yang terdapat di beberapa virus.
Setelah itu, spesimen kemudian dicampur dengan Reagen untuk pemeriksaan dengan metode Reverse Transcriptase Polymerase Chain Reaction (PCR).
PCR adalah pemeriksaan dengan teknologi amplifikasi asam nukleat virus untuk mengetahui ada tidaknya virus atau DNA virus dan untuk mengetahui genotip virus.
Baca: Awalnya Tifus dan Asma, Ini Kronologi Budi Karya Sumadi Dirawat Hingga Positif Terinfeksi Corona
Baca: Pengakuan Pasien Virus Corona yang Telah Sembuh: Bisa Sembuh Sendiri, Kita Harus Tenang
Genotip virus dapat diketahui dengan melakukan sekuensing DNA.
Terakhir, genotip virus dimasukkan ke mesin yang berfungsi untuk memperbanyak RNA supaya bisa dibaca oleh spektrofotometer.
Hasil Tes dari Lab
Setelah selesai dengan rangkaian diatas, maka akan muncul tanda positif atau negatif virus corona.
Tanda positif corona akan diilustrasikan dengan kurva sigmoid, sedangkan untuk negatif tidak akan terbentuk kurva (data).
(TribunnewsWiki.com/Restu, Kompas.com/Nur Fitriatus Shalihah)