Namun dalam beberapa bulan terakhir ini, Lebanon memasuki masa krisis ekonomi terburuk sejak perang tahun 1975-1990.
Lebanon sudah mengalami pemerintahan yang tidak efektif sejak Saad al-Hariri, pemimpin Muslim Sunni utama negara itu dan sekutu tradisional negara-negara Barat dan Teluk, mengundurkan diri sebagai perdana menteri pada Oktober.
Kabinet Hassan Diab dibentuk oleh Hizbullah dan sekutu, termasuk Free Patriotic Movement yang didirikan oleh Michel Aoun, tanpa partisipasi partai politik.
Seorang politisi senior Alain Aoun, pada Rabu (22/1) mengatakan kepada Reuters bahwa program IMF bisa menjadi opsi bagi Lebanon jika persyaratannya dapat ditanggung oleh negara dan tidak memicu keresahan sosial.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)