TRIBUNNEWSWIKI.COM - Disaat kompetisi sepak bola di Malaysia, Thailand dan Filipina dihentikan akibat virus corona, PT Liga Indonesia Baru (LIB), selaku operator kompetisi sepak bola di Indonesia justru baru akan berencana menunda Liga 1 dan Liga 2 musim ini selama dua pekan, meski pandemi virus corona sudah merebak luas di Indonesia.
Hal itu diungkapkan oleh Dirketur Operasional PT LIB, Sudjarno.
Sudjarno sendiri masih belum bisa memastikan sejak kapan Liga 1 2020 dan Liga 2 akan ditunda karena masih menunggu perkembangan kebijakan dari pemerintah.
"Secara perkembangan, kemungkinan semua laga Liga 1 dan Liga 2 akan kami tunda sementara waktu sekitar dua minggu ke depan," kata Sudjarno dikutip Tribunnewswiki dari BolaSport.com, Sabtu (14/3/2020).
"Nanti kami akan rapatkan lagi dengan Kemenpora dan PSSI terkait masalah ini," ujar Sudjarno menambahkan.
Sejauh ini baru ada satu laga Liga 1 2020 yang harus ditunda karena virus corona.
Laga itu adalah Persija Jakarta vs Persebaya Surabaya yang seharusnya digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (7/3/2020).
Baca: Akibat Virus Corona, FIFA Rekomendasikan Semua Laga Internasional Ditunda
Baca: Dampak Virus Corona, Liga Champions dan Liga Europa Resmi Dihentikan
Laga Persija vs Persebaya harus ditunda karena Pemprov DKI Jakarta tidak mengeluarkan izin penyelenggaraan event olahraga guna menghindari risiko penyebaran virus corona.
Laga Shopee Liga 1 lainnya yang juga terdampak virus corona adalah Bhayangkara FC vs Persija Jakarta di Stadion PTIK, Sabtu (14/3/2020).
Laga Bhayangkara FC vs Persija tetap berjalan sesuai jadwal tetapi digelar tanpa penonton.
Alhasil Bhayangkara FC vs Persija menjadi pertandingan pertama Liga 1 2020 yang bergulir tertutup.
Adapun untuk Liga 2 2020, baru ada satu pertandingan yang terdampak virus corona yakni Persis Solo vs PSCS Cilacap.
Laga Persis vs PSCS seharusnya digelar di Stadion Manahan, Minggu (15/3/2020).
Baca: Pemain Chelsea dan Pelatih Arsenal Positif Corona, Liga Inggris Tak Kunjung Dihentikan
Baca: BREAKING NEWS: NBA Resmi Dihentikan Akibat Virus Corona
Laga tersebut terpaksa ditunda karena tidak mendapat izin keramaian.
Hal itu tidak lepas dari keputusan Wali Kota Surakata, FX Hadi Rudyatmo, yang menetapkan Solo kini berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) karena virus corona.
Adapun Liga 2 2020 baru saja dibuka di Stadion Batakan, Balikpapan, oleh Menpora, Zainudin Amali, Sabtu (14/3/2020).
Dalam sambutannya, Zainudin Amali, turut menyinggung status Liga 1 dan Liga 2 musim ini terkait pandemi virus corona.
"Saya mengapresiasi kinerja PT LIB dan PSSI yang membuat jadwal Liga 1 dan Liga 2 2020 berjalan sesuai dengan rencana," kata Zainudin Amali.
"Selama belum ada kebijakan dari pemerintah soal virus corona, Liga 1, Liga 2, hingga Liga 3, masih bisa digulirkan sesuai dengan rencana," ujar Zainudin Amali menambahkan.
Baca: Sempat Menolak Bantuan Asing, Gerakan Hizbullah di Lebanon Akhirnya Sepakat Pinjam Dana ke IMF
Baca: Pengakuan Pasien Virus Corona yang Telah Sembuh: Bisa Sembuh Sendiri, Kita Harus Tenang
Update infeksi corona di Indonesia
Kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia kini bertambah 27, total jadi 96 kasus.
Namun 8 pasien dinyatakan sembuh.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh juru bicara penanganan virus corona Achmad Yurianto.
Dilansir oleh Kompas.com, Achmad Yurianto mengatakan bahwa kasus positif Covid-19 di Indonesia per Sabtu (14/3/2020) siang sudah mencapai 96 kasus.
Jumlah itu merupakan total setelah bertambah 27 dari sehari sebelumnya atau Jumat (13/3/2020).
Baca: Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Jawaban Jokowi atas Surat WHO terkait Virus Corona
Baca: Menkes Terawan Nobatkan ABK World Dream Jadi Duta Imunitas Corona, Langsung Trending Twitter
"Ini didapatkan dari tracing yang kita kerjakan secara masif," kata Yuri di Gedung BNPB, Jakarta, Sabtu dikutip dari Kompas.com.
Dari jumlah itu, sebanyak delapan pasien dinyatakan sembuh.
"Indikasinya tidak ada keluhan fisik dan dua kali pemeriksaan virus dinyatakan negatif," ujar Yuri.
Menurut Yuri, virus ini bisa disembuhkan karena peningkatan imun tubuh.
Dia menegaskan, pasien yang meninggal karena ada faktor penyakit pendahulu.
Hingga kini jumlah pasien yang meninggal sebanyak lima orang.
Daerah Sebaran Covid-19
Juru bicara pemerintah untuk virus Corona, Achmad Yurianto memberikan update soal daerah sebaran virus corona di Indonesia.
"Daerah sebaran Covid-19 yakni Jakarta, Jawa Barat dalam hal ini termasuk Bandung, Tangerang," ujarnya dilansir dari laman live streaming MetroTV, Sabtu (14/3/2020).
Selain itu, pihaknya juga menyebut daerah sebaran virus corona yakni di Jawa Tengah, satu pasien di Kota Solo telah meninggal positif corona.
Juga daerah Yogyakarta, Bali, Manado dan Pontianak.
"Dan beberapa daerah lain yang saat ini dalam proses tracing," lanjutnya.
Rincian kasus Covid-19 di Indonesia
Melansir dari berbagai pemberitaan Kompas.com, berikut adalah rincian dari kasus imported case virus corona di Indonesia per Rabu (11/3/2020) malam:
- Kasus 7
Pasien merupakan WNI perempuan berusia 59 tahun dan baru kembali dari luar negeri dan beberapa saat menunjukkan gejala virus corona.
- Kasus 9
Pasien merupakan WNI perempuan berusia 55 tahun.
Pasien ini bukan bagian dari klaster mana pun dan diketahui datang dari luar negeri.
- Kasus 14
Pasien merupakan WNI laki-laki berkebangsaan berusia 50 tahun dengan kondisi gambaran sakit ringan-sedang.
- Kasus 15
Pasien merupakan perempuan berusia 43 tahun dan berkebangsaan Indonesia.
- Kasus 17
Pasien merupakan laki-laki berusia 56 tahun berkebangsaan Indonesia.
- Kasus 18
Pasien merupakan laki-laki berusia 50 tahun dan merupakan WNI.
- Kasus 19
Pasien merupakan laki-laki berkebangsaan Indonesia berusia 40 tahun.
- Kasus 22
Pasien merupakan seorang perempuan berusia 36 tahun. Ia adalah seorang WNI.
- Kasus 23
Pasien merupakan seorang perempuan berusia 73 tahun dengan kondisi menggunakan ventilator karena faktor komorbid cukup banyak, kondisi stabil.
- Kasus 24
Pasien merupakan seorang laki-laki berusia 46 tahun dan merupakan warga negara Indonesia.
- Kasus 25
Pasien merupakan seorang perempuan berusia 53 tahun dan merupakan warga negara asing.
- Kasus 26
Pasien merupakan seorang laki-laki berusia 46 tahun dan merupakan warga negara asing.
- Kasus 28
Pasien merupakan laki-laki berusia 37 tahun. Kondisinya saat ini adalah sakit ringan sedang.
- Kasus 29
Pasien merupakan laki-laki berusia 51 tahun dengan kondisi nampak sakit sedang dan tidak mengalami sesak.
- Kasus 30
Pasien merupakan laki-laki berusia 84 tahun dengan kondisi nampak sakit sedang.
- Kasus 31
Pasien merupakan perempuan berusia 48 tahun dengan kondisi nampak sakit ringan sedang.
- Kasus 32
Pasien merupakan laki-laki berusia 45 tahun dengan kondisi sakit ringan sedang.
- Kasus 33
Pasien merupakan laki-laki berusia 29 tahun dengan kondisi nampak sakit ringan sedang.
- Kasus 34
Pasien merupakan laki-laki berusia 42 tahun dengan kondisi nampak sakit ringan sedang.
(Tribunnewswiki.comKompas.com/Ris/Abdulrakhman Farid/Hafidz Immadudin)