TRIBUNNEWSWIKI.COM - Penderita Corona Virus 2019 atau Covid-19 di Indonesia pada Rabu (11/3/2020) berjumlah 34 kasus.
Meski hingga saat ini kepanikan mengenai virus corona di Indonesia masih terjadi, namun optimisme kembali muncul.
Kamis (12/3/2020), jumlah pasien positif terinfeksi SARS-CoV-2 alias virus corona bertambah 2 orang.
Artinya hingga saat ini terdapat 4 pasien Covid-19 di Indonesia telah dinyatakan sembuh.
Dilansir oleh Kompas.com, keempat pasien tersebut dua di antaranya diisolasi di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Jakarta Timur.
Kedua pasien tersebut memiliki nomor kasus 06 dan 14.
Sedangkan dan dua pasien lainnya sebelumnya diisolasi di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara, dengan nomor kasus 03 dan 10.
Keempat pasien tersebut dapat dinyatakan telah berkonversi dari positif menjadi negatif virus corona.
Baca: BREAKING NEWS: NBA Resmi Dihentikan Akibat Virus Corona
Baca: Infeksi 13 Kali Lipat di Luar China, WHO Umumkan Wabah Virus Corona Sebagai Pandemi Global
Kondisi terkini pasien Covid-19 kasus 06 dan 14 di RSUP Persahabatan
Pasien 06 merupakan WNI berjenis kelamin laki-laki berusia 36 tahun.
Pria tersebut merupakan satu dari kru dari kapal pesiar Diamond Princess yang sempat tertahan di perairan Yokohama, Jepang.
Sedangkan pasien 14 merupakan seorang WNI berusia 50 tahun yang diduga tertular dari luar negeri atau imported case.
Keduanya hingga artikel ini diterbitkan masih dirawat di RSUP Persahabatan.
06 dan 14 masih menunggu hasil pemeriksaan laboraturium untuk benar-benar mengetahui keduanya dinyatakan negatif corona.
Direktur Utama RSUP Persahabatan, Rita Rogayah mengatakan kedua pasien sebelumnya dinyatakan negatif berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium pertama.
Namun pihak RSUP Persahabatan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium kedua dari Litbangkes Kementerian Kesehatan.
"Ya memang kami menunggu hasil dari litbang, kalau hasil dari litbang itu menyatakan dua pemeriksaan terakhir ini negatif, maka yang ini akan dipulangkan karena selama ini pasien dirawat," kata Rita di lokasi, Rabu (11/3/2020).
"Pemeriksaan setiap hari dilakukan, kami tinggal menunggu hasil dari litbang," lanjutnya.
Dua pasien di RSPI Sulianti Saroso
Dua pasien yang dinyatakan sembuh di RSPI Sulianti Saroso adalah pasien 03 dan pasien 10 dan telah menjalani dua tes dari Litbangkes Kementerian Kesehatan.
Direktur Utama RSPI Sulianti, Saroso Muhammad mengatakan dua pasien tak memiliki penyakit bawaan sejak diisolasi di RSPI Sulianti Saroso.
Diketahui, pasien 03 merupakan WNI berusia 33 tahun dan masih ada hubungan dengan klaster kasus 1.
Sedangkan pasien 10 merupakan WNA laki-laki berusia 29 tahun dan merupakan bagian dari tracing atas kasus 1.
Telah dinyatakan negatif virus corona, kedua pasien akan segera dipulangkan hari ini, Kamis (12/3/3030).
"Insya Allah besok (hari ini) mungkin pulang, dua-duanya (pasien 03 dan pasien 10). Tidak perlu khawatir akan ada suatu penularan (virus corona) lagi," ungkap Syahril dalam konferensi pers di RSPI Sulianti Saroso, Rabu (11/3/2020)
Pasien sembuh tetap dipantau
Syahril mengatakan kecil kemungkinan pasien terinfeksi virus corona yang dinyatakan sembuh akan menularkan virus baru kepada orang lain.
Meskipun demikian mereka masih dimungkinkan kembali terjangkit Covid-19 jika melakikan kontak dengan penderita lainnya.
Sehingga kondisi kesehatan pasien Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh akan terus dipantau terutama oleh Kementerian maupun Dinas Kesehatan.
"(Pemantauan) itu harusnya tanggung jawab Dinas Kesehatan ya. Jadi, rumah sakit tidak punya kewenangan untuk melakukan pemantauan langsung kepada pasien-pasien di lokasi mereka berada, tapi kami kerja sama ya," kata Syahril.
"Kami tetap berpesan agar dia tetap menjaga kondisi dulu. Karena kalau kondisi tidak dijaga, bisa saja penyakit yang lain yang masuk," lanjutnya.
Rincian kasus Covid-19 di Indonesia
Melansir dari berbagai pemberitaan Kompas.com, berikut adalah rincian dari kasus imported case virus corona di Indonesia per Rabu (11/3/2020) malam:
- Kasus 7
Pasien merupakan WNI perempuan berusia 59 tahun dan baru kembali dari luar negeri dan beberapa saat menunjukkan gejala virus corona.
- Kasus 9
Pasien merupakan WNI perempuan berusia 55 tahun.
Pasien ini bukan bagian dari klaster mana pun dan diketahui datang dari luar negeri.
- Kasus 14
Pasien merupakan WNI laki-laki berkebangsaan berusia 50 tahun dengan kondisi gambaran sakit ringan-sedang.
- Kasus 15
Pasien merupakan perempuan berusia 43 tahun dan berkebangsaan Indonesia.
- Kasus 17
Pasien merupakan laki-laki berusia 56 tahun berkebangsaan Indonesia.
- Kasus 18
Pasien merupakan laki-laki berusia 50 tahun dan merupakan WNI.
- Kasus 19
Pasien merupakan laki-laki berkebangsaan Indonesia berusia 40 tahun.
- Kasus 22
Pasien merupakan seorang perempuan berusia 36 tahun. Ia adalah seorang WNI.
- Kasus 23
Pasien merupakan seorang perempuan berusia 73 tahun dengan kondisi menggunakan ventilator karena faktor komorbid cukup banyak, kondisi stabil.
- Kasus 24
Pasien merupakan seorang laki-laki berusia 46 tahun dan merupakan warga negara Indonesia.
- Kasus 25
Pasien merupakan seorang perempuan berusia 53 tahun dan merupakan warga negara asing.
- Kasus 26
Pasien merupakan seorang laki-laki berusia 46 tahun dan merupakan warga negara asing.
- Kasus 28
Pasien merupakan laki-laki berusia 37 tahun. Kondisinya saat ini adalah sakit ringan sedang.
- Kasus 29
Pasien merupakan laki-laki berusia 51 tahun dengan kondisi nampak sakit sedang dan tidak mengalami sesak.
- Kasus 30
Pasien merupakan laki-laki berusia 84 tahun dengan kondisi nampak sakit sedang.
- Kasus 31
Pasien merupakan perempuan berusia 48 tahun dengan kondisi nampak sakit ringan sedang.
- Kasus 32
Pasien merupakan laki-laki berusia 45 tahun dengan kondisi sakit ringan sedang.
- Kasus 33
Pasien merupakan laki-laki berusia 29 tahun dengan kondisi nampak sakit ringan sedang.
- Kasus 34
Pasien merupakan laki-laki berusia 42 tahun dengan kondisi nampak sakit ringan sedang.
Baca: Tidak Hanya MotoGP Thailand, Seri Argentina Juga Terpaksa Ditunda karena Wabah Corona yang Meluas
Baca: Coronavirus Ditetapkan Sebagai Pandemi Global oleh WHO, Apa Artinya?
Baca: Kondisi Darurat, Vaksin Corona Siap Diuji Klinis April Mendatang: Tak Perlu Tunggu 12-18 Bulan Lagi
(TRIBUNNEWSWKI/Magi, KOMPAS/Rindi Nuris Velarosdela/Vina Fadhrotul Mukaromah)