TRIBUNNEWSWIKI.COM - Makna gambar dan curhatan yang ditulis oleh siswi SMP (NF) yang bunuh bocah di Sawah Besar, Jakarta Pusat diungkap oleh grafolog Deborah Dewi dan menemukan hal yang tidak beres terhadap NF.
Dilansir oleh tayangan video di akun YouTube Talk Show TvOne, Deborah Dewi mengungkapkan makna gambar fiksi yang dibuat NF.
"Sebetulnya sinyal untuk dia butuh bantuan sudah terlihat," kata Deborah Dewi
Selain itu, Deborah juga menemukan indikasi lain yang ada di balik gambar tersebut.
Ada tiga hal, pertama yakni grafik dari tulisan tersebut yang selalu berubah.
"Selain dari gesture grafiknya, ketika dalam sebuah tulisan tangan setiap kali menulis arahnya selalu berubah secara ekstrem, selalu yah, tidak hanya sekali dua kali, " kata Deborah.
Baca: Dokter Teliti Bagian Otak Siswi SMP Tersangka Pembunuh Bocah 6 Tahun: Dasarnya Tidak Punya Empati
Selain itu, ukuran dan bentuk tulisan yang dibuat oleh NF selalu berubah-ubah.
"Kemudian ukuran dan bentuknya selalu berubah, ditambah ada sudut tajam yang tidak lazim muncul, " kata Deborah Dewi.
Deborah juga menjelaskan arti sudut tajam yang dimaksud tidak pernah diajarkan dalam sistem pendidikan.
"Tidak diajarkan dalam sistem pendidikan mananpun, contoh unsur segitiga dalam huruf T huruf Y, tidak ada satupun sistem pendidikan yang mengajarkan itu," katanya.
Deborah menekankan, bila tiga kombinasi tersebut muncul dari anak lain, maka orang tua wajib untuk waspada.
Baca: Fakta Siswi SMP Bunuh Bocah: Ibu Korban Tahu Kebiasaan Pelaku Sering Ajak Anaknya Nonton Film Ini
"Kalau ada tiga kombinasi, jadi jangan hanya dicomot satu yah, tiga kombinasi itu muncul selalu muncul ditambah dengan gambar,
ketika ada pengulangan berarti pola terbentuk, gambar yang dibuat didominasi mimik sedih,
itu harusnya bisa menjadi red alert, atau alarm untuk para orang tua mulai waspada," kata Deborah Dewi.
Deborah Dewi menekankan bahwa temuan tulisan dan gambar buatan siswi SMP yang bunuh bocah 5 tahun ini sudah cukup menjadi tanda waspada.
"Saya tidak membuat diagnosa mendalam tapi temuan ini cukup untuk menjadi tanda waspada bagi orang tua, kalau menemukan di tulisan tangan maupaun gambar yang dibuat anak sudah waktunya diskusi dengan psikolog," katanya.
Pelaku sering menonton film Chucky
Melansir Kompas.com, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, NF kerap menonton salah satu film yakni Chucky yang mengisahkan tentang boneka pembunuh dan populer pada tahun 1980-an.
"Tersangka ini sering menonton film horor. Salah satunya Chucky. Dia senang menonton film horor itu memang hobinya itu," kata Yusri di Polres Metro Jakarta Pusat, Kemayoran, Sabtu (7/3/2020).
Polisi mendapat pengakuan tersebut saat memeriksa NH secara mendalam dan hati-hati usai menyerahkan diri.